<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

Pedasnya Harga Cabai Rawit Sambut Ramadan di Bangka Barat

×

Pedasnya Harga Cabai Rawit Sambut Ramadan di Bangka Barat

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT – Bulan Suci Ramadan 1446 Hijriah, disambut dengan tingginya harga cabai rawit, yang tembus Rp.12.000 per ons di Pasar Tradisional Parittiga, Kabupaten Bangka Barat (Babar), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), pada Jumat (28/2/2025).

Salah satu pedagang, Aswin mengatakan kenaikan harga sudah berlangsung sejak beberapa pekan terakhir, hingga harga tertinggi saat ini.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Cabai Rawit 12 ribu rupiah per ons, kalau perkilo 110 ribu rupiah. Naiknya berangsur-angsur, kalau cabai merah keriting masih 80 ribu rupiah perkilo,” katanya.

Sementara bumbu-bumbu dapur lainnya, terbilang masih stabil, seperti bawang merah dan putih bertahan pada angka Rp.45.000 perkilogram.

“Yang lain nggak ada yang naik, bawang merah harganya 43 sampai 45 ribu rupiah perkilo, sama dengan putih harganya,” ujarnya.

Kondisi harga cabai rawit saat ini membuat pembeli mengeluh, lantaran harus mengeluarkan biaya lebih besar dibandingkan sebelumnya.

“Keberatan lah, harus menambah biaya belanja, kalau biasanya beli 10 ribu, sekarang harus 15 ribu, untuk cabai saja,” ucap Alus, salah satu pembeli.

Masyarakat berharap harga bumbu-bumbu dapur dapat turun dan murah, sehingga tidak memberatkan terutama pada cabai-cabain, lantaran kebutuhan saat bulan puasa lumayan tinggi.

“Berharap murah harganya, sebab banyak juga kebutuhan lain, apabila pendapatan saat ini tidak menentu,” katanya.

Caption  : Stok bumbu-bumbu dapur di Pasar Tradisional Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, Jumat (28/2/2025).

Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: