<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratKriminalLokal

Polsek Jebus Ringkus Pelaku Pencurian di 2 TKP Berbeda

×

Polsek Jebus Ringkus Pelaku Pencurian di 2 TKP Berbeda

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT – Polsek Jebus berhasil mengungkap dua kasus pencurian yang terjadi di Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung.

Kapolsek Jebus, Kompol Albert Tampubolon mengatakan kasus pertama pencurian terjadi di kediaman Ismail S (69), warga Dusun Bukit Lintang, Desa Puput, pada Minggu (27/10/2024) lalu.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Saat itu korban sedang pergi melaksanakan sholat subuh. Saat kembali, mendapati jendela rumahnya telah terbuka. Setelah dicek, uang kas masjid sebesar Rp6 juta dan uang pribadi Rp3 juta yang disimpan di kamar telah raib,” ungkap Kompol Albert pada Senin, 8 April 2025.

Berdasarkan penyelidikan, dia mengatakan pihaknya berhasil mengamankan pelaku berinisial SYI (38), warga Dusun Bukit Lintang, Desa Puput.

Lebih lanjut, ia menyatakan dari tangan pelaku pihaknya juga menyita obeng yang digunakan untuk mencongkel jendela rumah korban.

“Selain mencuri uang, pelaku juga diketahui melakukan pencurian kecil lainnya seperti mengambil tabung gas elpiji 3 kilogram. Saat ini, proses penyidikan masih terus berlanjut,” katanya.

Sementara itu, untuk kasus kedua yakni mengenai pencurian sepeda motor yang menimpa Yadimin Wijarnarko (46), warga lingkungan SDN 1 Parittiga.

Dijelaskan, Albert motor milik korban Yamaha Mio Z warna silver, hilang karena lupa dimasukkan ke dalam rumah dan kunci masih tergantung di kendaraan.

“Korban menyadari motornya hilang pada Senin (7/4/2025) pagi, dan langsung melapor ke Polsek Jebus,” jelas Albert.

Usai mendapatkan laporan tersebut, tim Reskrim Polsek Jebus bersama Bhabinkamtibmas Desa Puput berhasil menemukan sepeda motor yang ditinggalkan pelaku di depan rumah warga di pinggir jalan Dusun Parit 4, Desa Sekar Biru.

“Ini bukti bahwa Polri hadir untuk masyarakat. Kami akan terus berupaya menciptakan rasa aman dan memberikan pelayanan maksimal,” ucapnya.

Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: