<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

Nelayan Air Nyatoh Keluhkan Aktivitas KIP, Hasil Tangkapan Merosot 

×

Nelayan Air Nyatoh Keluhkan Aktivitas KIP, Hasil Tangkapan Merosot 

Sebarkan artikel ini

“Kita menyayangkan kalau seandainya ada aktivitas kapal isap. Sebab, mata pencaharian kami terganggu, laut kami sudah ada lumpur. Turun drastis, biasa dapat 4 sampai 5 kilo per orang dari pagi ke sore. Sekarang cuma 1 kilo lebih sampai 2 kilo,” katanya.

Dikatakan Sapari, berkurangnya pendapatan ini diduga karena mata (lubang) tempat cacing laut berada tertutup endapan lumpur. Terlebih, kawasan pesisir pantai tempat mereka mencari cacing laut sangat dekat dengan operasional kapal isap di Perairan Bembang.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Jadi berbatasan langsung karena laut kami ini teluk. Kalau limbah sudah masuk, tidak bisa ke luar lagi sehingga mengendap di tempat kami mencari cacing laut. Dia masuknya pada saat air pasang lumpurnya, ketika surut, jadi lumpur itu tidak ke luar lagi,” ucapnya.

Mewakili nelayan pencari cacing laut di Desa Airnyatoh yang didominasi kaum ibu-ibu ini, dia harap seluruh pihak bisa segera mengambil tindakan. Tidak hanya dari bupati, pejabat pemerintah dan anggota dewan saja, namun hal ini juga ia harapkan untuk Kapolres Babar.

“Untuk Bapak Bupati Markus juga yang mungkin suaranya terbanyak se Babar dari sini 60 persen, kami harapkan bisa membantu kami. Bapak Dewan, Pak Amin juga kami harapkan dari dapil sini sebagai penyambung lidah kami. Buat Pak Gubernur juga,” katanya.

“Di dewan provinsi juga ada Pak Didit, Pak Cuncun, tolong kami orang lemah pak. Karena umur kami, apalagi ibu-ibu ini sudah empat generasi, di atas 60 tahun, mungkin kalau di PT sudah tidak diterima lagi bekerja. Jadi dari laut inilah kami bisa mencari makan, menyambung hidup,” ucapnya.

 

Caption  : Kapal Isap Produksi (KIP) timah yang beroperasi di Perairan Bembang.

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: