Dalam proses pencarian, tim SAR gabungan menghadapi tantangan besar akibat medan yang terjal, akses terbatas, serta cuaca berkabut yang sering menurunkan jarak pandang. Untuk mengatasi kendala tersebut, pencarian dilakukan secara bertahap dengan pembagian sektor yang melibatkan operasi darat dan udara secara simultan.
Hingga kini, Gunung Bulusaraung tak hanya dikenal sebagai destinasi pendakian populer di Sulawesi Selatan, tetapi juga menjadi saksi operasi pencarian besar yang menuntut ketelitian, ketangguhan, dan koordinasi tinggi dari seluruh unsur SAR demi mengungkap secara menyeluruh peristiwa jatuhnya pesawat ATR 42-500.










