Bangka Barat

Aliran Timah Belo Laut Disebut Mengalir ke Kolektor Kadur

32
×

Aliran Timah Belo Laut Disebut Mengalir ke Kolektor Kadur

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT – Petugas gabungan melakukan himbauan langsung kepada para penambang yang beraktivitas di kawasan mangrove Dusun III RT 01 Desa Belo Laut, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, pada Minggu, (25/1/2026) kemarin.

Aparat yang terlibat terdiri dari unsur Satpolairud Polres Bangka Barat, Polsek Mentok, serta Satpol PP. Mereka menyisir kawasan perairan Belo Laut dan area dermaga yang selama ini menjadi lokasi aktivitas PIP jenis user.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Petugas masih menemukan sejumlah ponton yang aktif bekerja di sekitar dermaga Belo Laut. Aktivitas penambangan ini menjadi keluhan warga, terutama nelayan, karena dinilai mengganggu aktivitas melaut serta merusak lingkungan perairan.

Berdasarkan informasi yang diterima, jumlah ponton yang terparkir di perairan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 70 unit PIP jenis user.

Selain itu, sejumlah penambang diduga menyembunyikan ponton di sekitar area bakau yang tidak jauh dari lokasi aktivitas, sehingga memungkinkan mereka kembali beroperasi setelah pengawasan longgar.

Hasil penambangan timah dari perairan tersebut diketahui dijual secara bebas kepada sejumlah kolektor. Timah hasil aktivitas ilegal itu dipasarkan dengan sistem mencari harga tertinggi, dengan kisaran mencapai Rp170.000 per kilogram.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, sebagian hasil timah juga dilaporkan mengalir ke salah satu kolektor yang ada di Kadur, Desa Air Belo, Kecamatan Mentok.

“Ada beberapa (orang) yang ambil (timah), cuma yang kami tahu bos yang ada di daerah Kadur,” ujar salah seorang penambang, Senin (26/1/2026).

Ia mengatakan, bos tersebut disinyalir termasuk salah satu pemasok pasir bijih timah ke salah satu kolektor besar yang ada di Kecamatan Parittiga.

error: