Bangka Belitung

Harga Timah Pecah Rekor, Jumlah Penduduk Miskin Babel Capai 77,71 Ribu Jiwa

32
×

Harga Timah Pecah Rekor, Jumlah Penduduk Miskin Babel Capai 77,71 Ribu Jiwa

Sebarkan artikel ini
3 unit PIP Tambang Timah Ilegal diamankan Polisi.

BANGKA BELITUNG – Harga timah global yang menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Di tengah euforia komoditas unggulan yang melesat hingga di atas US$50 ribu per ton, angka penduduk miskin di daerah penghasil timah ini masih menjadi tantangan serius yang harus diselesaikan pemerintah daerah dan pusat.

Data terbaru menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan di Bangka Belitung memang mengalami penurunan, namun lajunya terbilang lambat jika dibandingkan dengan potensi ekonomi dari sektor pertambangan timah yang terus menguat.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kondisi ini menegaskan bahwa kenaikan harga komoditas belum sepenuhnya berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat akar rumput.

Berdasarkan data terbaru di laman BPS, persentase penduduk miskin di Kepulauan Bangka Belitung tercatat sebesar 5,00 persen, atau secara jumlah penduduk miskin masih mencapai 77,71 ribu jiwa, dengan konsentrasi terbesar berada di wilayah perdesaan.

Rinciannya, penduduk miskin di perdesaan tercatat sebanyak 42,03 ribu jiwa dengan garis kemiskinan sebesar Rp995.150 per kapita per bulan. Sementara di wilayah perkotaan, jumlah penduduk miskin mencapai 35,68 ribu jiwa, dengan garis kemiskinan Rp926.156 per kapita per bulan. Secara umum, garis kemiskinan Bangka Belitung berada di angka Rp956.833 per kapita per bulan.

Di sisi lain, sektor timah justru mencatatkan performa yang sangat impresif. Dikutip dari Bloomberg Technoz, harga timah dunia dilaporkan sempat menyentuh level tertinggi hingga US$52,49 ribu per ton, dan sejak awal tahun mengalami kenaikan hampir 30 persen, melampaui puncak harga pada 2022.

Indonesia disebut menjadi faktor kunci di balik lonjakan harga tersebut, mengingat posisinya sebagai salah satu produsen timah terbesar dunia.

Kuatnya pengaruh Indonesia dalam pasar timah global juga diperkuat dengan berakhirnya aktivitas pasar gelap dan penyelundupan timah lintas negara.

Penertiban ini berdampak pada terbatasnya pasokan ilegal, sehingga harga timah dunia terdorong naik signifikan. Sepanjang November 2025, ekspor timah Indonesia tercatat mencapai 7.459 ton dengan nilai sekitar US$268 juta.

error: