Kontras antara meroketnya harga timah dan masih tingginya jumlah penduduk miskin di Bangka Belitung menjadi sorotan berbagai pihak. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar terkait efektivitas distribusi manfaat sektor pertambangan terhadap perekonomian daerah, khususnya bagi masyarakat di sekitar wilayah tambang.
Ke depan, tantangan utama pemerintah adalah memastikan agar keuntungan dari boom harga timah tidak hanya tercermin dalam angka ekspor dan penerimaan negara, tetapi juga benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Penguatan hilirisasi, penciptaan lapangan kerja berkelanjutan, serta kebijakan perlindungan sosial dinilai menjadi kunci agar kekayaan sumber daya alam Bangka Belitung mampu menekan kemiskinan secara lebih signifikan.














