Gong Xi Fa Chai
Bangka Barat

Festival Perang Ketupat Tempilang, Tradisi Warisan Budaya Jelang Ramadhan

×

Festival Perang Ketupat Tempilang, Tradisi Warisan Budaya Jelang Ramadhan

Sebarkan artikel ini
Perayaan sedekah Tempilang. Foto: Istimewa.
Perayaan sedekah Tempilang. Foto: Istimewa.

“Dengan adanya balai pelestarian kebudayaan di Babel, proses pelestarian, pencatatan, dan pengembangan budaya daerah diharapkan lebih cepat, mudah, dan dekat dengan masyarakat,” jelas Widya.

Ia juga berharap tradisi Perang Ketupat terus diwariskan kepada generasi muda agar tetap lestari dan mampu menjadi magnet wisata budaya yang memperkuat ekonomi masyarakat lokal.

APPLY
Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Festival Perang Ketupat Tempilang digelar setiap bulan Ruah atau Syaban, menjelang Ramadhan. Rangkaian kegiatan dimulai dengan penampilan tari tradisional dan doa bersama, dilanjutkan prosesi utama perang ketupat sebagai simbol tolak bala dan ungkapan rasa syukur masyarakat.

Tradisi ini ditutup dengan ritual Nganyot Perae, yakni menghanyutkan perahu ke laut sebagai simbol pelepasan marabahaya serta doa keselamatan dan keberkahan bagi masyarakat pesisir.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan. Ribuan pengunjung memadati lokasi festival, menandai bahwa Festival Perang Ketupat Tempilang bukan hanya warisan budaya, tetapi juga denyut hidup masyarakat Tempilang yang terus terjaga dari generasi ke generasi.

error: