Untuk periode 19 Februari, daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan antara lain Kepulauan Bangka Belitung, Sumatra Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, serta Papua Pegunungan. Sementara pada 20–21 Februari, potensi hujan lebat diperkirakan masih berlanjut di Sumatra Barat, Jawa Timur, Bali, NTB, dan Nusa Tenggara Timur.
Pelaksana Harian Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani, menekankan pentingnya kesiapsiagaan lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem.
“Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan terus memperkuat kesiapsiagaan serta langkah mitigasi sesuai dengan tingkat risiko dan karakteristik kerentanan wilayah masing-masing,” tuturnya.
Masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir, longsor, maupun daerah aliran sungai diimbau untuk lebih berhati-hati dan menghindari aktivitas di titik-titik berisiko saat hujan turun dengan intensitas tinggi. Selain itu, pelaku transportasi darat, laut, dan udara disarankan rutin memantau pembaruan prakiraan cuaca sebelum melakukan perjalanan.
Pemantauan informasi cuaca secara berkala melalui kanal resmi otoritas meteorologi menjadi langkah penting agar masyarakat dapat mengambil keputusan yang tepat.
Dengan kewaspadaan dan kesiapan sejak dini, potensi dampak buruk akibat cuaca ekstrem diharapkan dapat ditekan semaksimal mungkin.
















