BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bakuda Bangka Belitung
Bangka Barat

Sinergi KDKMP dan SPPG untuk Ketahanan Pangan di Babar

×

Sinergi KDKMP dan SPPG untuk Ketahanan Pangan di Babar

Sebarkan artikel ini
Rakos sinergi KDKMP dan SPPG untuk ketahanan pangan di Babar. Foto: Istimewa.
Rakos sinergi KDKMP dan SPPG untuk ketahanan pangan di Babar. Foto: Istimewa.

BANGKA BARAT – Pemerintah Kabupaten Bangka Barat mendorong penguatan ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi desa melalui kemitraan antara KDKMP dan Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG).

Hal tersebut dibahas dalam rapat monitoring sinergi program pemenuhan gizi masyarakat yang digelar di OR I Setda Pemkab Bangka Barat, Jumat (6/3/2026).

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Dalam rapat tersebut dibahas pola kemitraan strategis antara KDKMP dan SPPG untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi desa melalui pengelolaan potensi pangan lokal.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Bangka Barat, Heru Warsito, mengatakan kolaborasi tersebut membuka peluang besar bagi koperasi desa untuk mengelola potensi pangan secara mandiri.

“Kemitraan antara SPPG dan KDKMP adalah peluang emas bagi Koordinator Wilayah dan pengurus koperasi untuk mengelola potensi pangan yang ada di tiap-tiap desa secara mandiri,” ujarnya.

Ia menambahkan, program ini merupakan implementasi program unggulan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat pemenuhan gizi nasional dan ekonomi kerakyatan.

“Keberhasilan kolaborasi antara Mitra SPPG dan Mitra Merah Putih akan menjadi tolok ukur kemajuan kesejahteraan masyarakat di seluruh desa se-Kabupaten Bangka Barat,” katanya.

Sementara itu, Sekda Bangka Barat Muhammad Soleh menyampaikan keberadaan KDKMP dan SPPG bertujuan memutus ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah.

“Tujuan utama Pemerintah menetapkan adanya KDKMP dan SPPG adalah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan cara memutus mata rantai pasokan dari luar daerah,” jelasnya.

Ia juga mengatakan KDKMP akan menjadi wadah utama pengelolaan ekonomi desa, termasuk dalam penyaluran bantuan pemerintah.

“Ke depan, seluruh bantuan termasuk bantuan sosial (bansos) akan diupayakan melalui wadah KDKMP guna memastikan distribusi yang tepat sasaran dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi kas desa,” tambahnya.

Dalam rapat tersebut juga disepakati bahwa seluruh kebutuhan dapur SPPG seperti beras, sayur-mayur, protein hewani dan bumbu dapur diprioritaskan berasal dari stok yang dikelola KDKMP di desa.

error: