BANGKA BARAT – Tim gabungan dari Polres Bangka Barat dan Polsek Mentok bergerak menertibkan aktivitas tambang ilegal yang masih berlangsung di wilayah perairan Tembelok dan Keranggan, Kamis (2/4/2026).
Selain menarik sejumlah unit ponton, polisi juga mulai menelusuri dugaan adanya pihak yang mengoordinasikan kegiatan tambang ilegal tersebut.
“Ada dua tim, untuk di tim di darat melakukan imbauan ke masyarakat penambang agar segera menghentikan aktivitas penambangan. Sedangkan tim di laut yang dipimpin Kasat Polairud di sana mereka penarikan beberapa ponton yang kami anggap bandel karena beberapa hari sebelumnya sudah kami lakukan imbauan untuk meninggalkan area ini,” ujar Kapolsek Mentok, Iptu Rusdi Yunial.
Ia menjelaskan, sejumlah ponton yang masih beroperasi meski telah diperingatkan akhirnya ditarik oleh petugas untuk proses lebih lanjut.
“Ponton yang ditarik dibawa ke Mako Satpolairud dan diambil keterangan dari penyidik. Sudah kami sampaikan aktivitas di sini tidak ada memiliki legalitas atau payung hukum,” tuturnya.
Lebih lanjut, pihak kepolisian juga membuka kemungkinan untuk mengungkap aktor di balik aktivitas tambang ilegal tersebut. Nama-nama yang terlibat juga sudah beredar luas di masyarakat.
“Terkait dengan hal itu kalaupun memang ada kami akan dalami andai ada aktivitas ini dikoordinasikan oleh pihak-pihak masyarakat atau oknum,” tuturnya.
Polisi memastikan penertiban akan terus dilakukan secara berkelanjutan guna menjaga ketertiban serta mencegah kerusakan lingkungan di wilayah perairan Mentok.















