BANGKA BARAT – Aktivitas tambang timah ilegal kembali mencuat di wilayah perairan Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung. Meski sebelumnya sempat ditertibkan aparat kepolisian, kegiatan penambangan tanpa izin ini dilaporkan kembali beroperasi.
Pantauan di lapangan pada Rabu (8/4/2026) menunjukkan puluhan ponton isap produksi (PIP) timah menghajar perairan Tembelok dan Keranggan. Aktivitas tersebut bahkan berjalan hampir tanpa henti, dari pagi hingga malam hari, ditandai dengan suara mesin tambang yang terus terdengar.
Sebelumnya, Polres Bangka Barat bersama Polsek Mentok telah melakukan penertiban terhadap aktivitas tersebut pada Kamis (2/4/2026) lalu. Dalam operasi itu, sejumlah ponton sempat diamankan dan ditarik oleh Satpolairud Polres Bangka Barat.
Namun, upaya penertiban tersebut diduga belum memberikan efek jera. Hanya berselang beberapa hari, para penambang kembali beroperasi di lokasi yang sama, seolah tidak terpengaruh dengan tindakan aparat.
Seorang warga setempat, Dani, menyampaikan aktivitas penambangan ilegal kini kembali berjalan normal seperti sebelumnya, bahkan terkesan lebih terorganisir.
“Mereka kembali bekerja siang dan malam. Sepertinya (diduga) ada koordinator yang mengatur aktivitas itu.,” ujar Dani.
Ia mengaku prihatin dengan kondisi tersebut yang terus berulang dan dinilai dapat merusak ekosistem laut di kawasan tersebut. Selain itu, masyarakat juga berharap adanya tindakan tegas dan berkelanjutan dari aparat penegak hukum.
“Kalau bisa, jangan ada lagi aktivitas ilegal di sini. Sehingga laut kita tetap bersih dan terjaga,” kata dia.















