BANGKA BARAT – Insiden ambruknya plafon di Puskesmas Jebus, Kabupaten Bangka Barat, sempat menjadi perhatian publik. Namun, posisi Kepala Dinas Kesehatan Bangka Barat, Rangkuti, dipastikan tetap aman di tengah polemik tersebut.
Pemerintah Kabupaten Bangka Barat menilai peristiwa yang terjadi tidak serta-merta menjadi tanggung jawab langsung kepala dinas. Evaluasi pun dilakukan dengan mempertimbangkan aspek teknis pembangunan serta pihak yang terlibat dalam proyek tersebut.
Bupati Bangka Barat, Markus mengatakan peristiwa yang terjadi di Puskesmas Jebus bukan murni kesalahan Rangkuti selaku Kepala Dinas Kesehatan Bangka Barat.
“Kita lihat dulu lah kesalahannya seperti apa. Itu kan bukan Pak Rangkuti yang buat (pembangunan Puskesmas Jebus),” katanya, Jumat (1/4/2026).
Markus mengungkapkan, dirinya telah menerima laporan langsung dari Rangkuti terkait kejadian tersebut. Berdasarkan laporan itu, kerusakan yang terjadi disebut tidak sebesar yang beredar di sejumlah pemberitaan.
“Seperti itu kalau menurut keterangan beliau, dan itu masih tanggung jawab kontraktor, kata kepala dinas kesehatan,” jelas Markus soal laporan Rangkuti.
Menurutnya, perbaikan fasilitas Puskesmas Jebus seharusnya menjadi tanggung jawab pihak kontraktor, mengingat proyek tersebut masih berada dalam masa pemeliharaan.
Pemerintah daerah juga memastikan akan terus memantau proses perbaikan agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak terganggu akibat insiden tersebut.
“Saya rencananya akan meninjau juga sambil meresmikan, dalam waktu dekat,” demikian kata Bupati Bangka Barat, Markus kepada awak media.















