BANGKA BARAT – Aktivitas jual beli di Pasar Mentok, Kabupaten Bangka Barat, mengalami penurunan signifikan dalam sepekan terakhir. Kondisi ini terlihat dari lapak-lapak yang biasanya dipadati pembeli, kini justru tampak lengang sejak pagi hari.
Meski harga ikan relatif stabil, sepinya pembeli menjadi tantangan bagi para pedagang untuk mempertahankan pendapatan.
Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah jenis ikan seperti talang, jebung, hingga kacang-kacangan masih dijual di kisaran Rp40 ribu per kilogram. Namun, kestabilan harga tidak diiringi dengan meningkatnya minat beli masyarakat.
Salah satu pedagang, Seno, mengungkapkan kondisi lesunya pasar ini sudah berlangsung sekitar satu minggu terakhir. Ia menilai penurunan daya beli masyarakat menjadi penyebab utama.
“Kondisi ini sudah berlangsung sejak satu minggu terakhir. Pembeli sangat minim, padahal harga ikan masih stabil,” ujar Seno, Rabu (6/5/2026).
Untuk menghindari kerugian, para pedagang terpaksa mengolah ikan yang tidak habis terjual menjadi ikan asin agar dapat dijual kembali di kemudian hari.
Hal senada disampaikan pedagang lainnya, Sopian, menilai melemahnya daya beli masyarakat tidak terlepas dari lesunya aktivitas tambang timah di wilayah tersebut.
Selain itu, meningkatnya kebutuhan rumah tangga menjelang Hari Raya Iduladha serta persiapan tahun ajaran baru sekolah turut memperburuk kondisi ekonomi warga.
“Kami melihat daya beli masyarakat menurun karena aktivitas tambang timah juga sedang lesu. Ditambah lagi kebutuhan menjelang Iduladha dan masuk sekolah,” katanya.
Para pedagang berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah strategis untuk memulihkan kondisi ekonomi masyarakat. Dengan adanya intervensi tersebut, mereka optimistis daya beli warga dapat kembali meningkat.















