“Kendala pertama area penyisiran di aliran sungai kapal kesulitan melintas karena tertutup oleh tumbuhan. Kita coba menembus bersama warga namun korban tidak ditemukan,” ucapnya.
Terkait penyebab hilangnya korban, hingga saat ini belum dapat dipastikan karena tidak ada saksi yang mengetahui secara langsung peristiwa tersebut.
“Penyebab kehilangan itu tidak bisa dipastikan karena tidak ada saksi yang melihat korban itu hilangnya karena apa,” ujar Fajar.
Berdasarkan evaluasi operasi SAR hari kelima, tim gabungan telah melakukan pencarian di kawasan hutan menggunakan metode Expanded Search and Rescue (ESAR) dengan cakupan sekitar 23 kilometer persegi. Selain itu, pencarian visual di permukaan air dilakukan sepanjang kurang lebih 30 kilometer mengikuti alur sungai menggunakan rubber boat dan perahu nelayan.
Dalam operasi ini, unsur SAR yang terlibat terdiri dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, Rescuer USS Mentok, BPBD Bangka Barat, perangkat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat setempat yang secara aktif membantu proses pencarian.
















