Dalam operasi tersebut, kondisi cuaca dilaporkan berawan dengan kecepatan angin sekitar 5 knot menuju arah timur. Kendala utama yang dihadapi tim di lapangan adalah terbatasnya jarak pandang akibat pencarian dilakukan pada malam hari.
Untuk mendukung proses pencarian, tim SAR menggunakan berbagai peralatan khusus, di antaranya drone thermal untuk mendeteksi panas tubuh korban dari udara, jaringan internet satelit Starlink, perangkat komunikasi, perlengkapan mountaineering, serta logistik medis darurat.
Mikel menegaskan seluruh personel akan memaksimalkan upaya pencarian agar keempat remaja tersebut segera ditemukan dalam keadaan selamat.
“Fokus dan target utama para rescuer malam ini adalah segera menemukan posisi keempat remaja tersebut dan memastikan mereka mendapatkan penanganan medis awal, mengingat kondisi mereka dilaporkan sudah sangat kelelahan,” tutup Mikel.
















