HUT BABAR 2026 (4X6)..
IMG-20260526-WA0000
Bangka Barat

Pengelola Ungkap Penyebab Antrean Panjang Kendaraan di SPBU

×

Pengelola Ungkap Penyebab Antrean Panjang Kendaraan di SPBU

Sebarkan artikel ini
Aktivitas di SPBU Mentok. Foto: Bangdik
Aktivitas di SPBU Mentok. Foto: Bangdik

BANGKA BARAT – Antrean kendaraan yang mengular di SPBU 24.333.128 yang terletak di Pal 3 Mentok dalam dua pekan terakhir memicu kekhawatiran masyarakat terkait ketersediaan bahan bakar minyak (BBM). Namun, pihak pengelola memastikan kondisi tersebut bukan disebabkan oleh berkurangnya pasokan maupun kelangkaan BBM.

Manajemen SPBU Pal 3 Mentok menegaskan stok BBM bersubsidi maupun non-subsidi tetap tersedia sesuai kuota dari Pertamina. Antrean panjang yang terjadi disebut lebih dipengaruhi perubahan pola konsumsi masyarakat, selisih harga BBM, hingga munculnya kepanikan membeli akibat isu kekosongan stok di sejumlah SPBU.

APPLY
Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Manajer Pal 3 Mentok, Emil Kiasari, menegaskan bahwa pasokan BBM di SPBU yang dipimpinnya tidak mengalami pengurangan sama sekali.

“Stok BBM di SPBU Pal 3 tidak mengalami pengurangan ataupun penipisan. Pasokan dikirim secara rutin sesuai kuota yang telah ditetapkan,” ujar Emil, Jumat (17/7/2026).

Ia menjelaskan, SPBU Pal 3 beroperasi setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 21.00 WIB. Selama jam operasional tersebut, stok BBM selalu tersedia dan tidak pernah habis sebelum waktu pelayanan berakhir.

“Setiap hari saat SPBU tutup, stok BBM masih selalu bersisa. Rata-rata stok harian berkisar antara 16 hingga 24 ton,” katanya.

Meski stok dipastikan aman, Emil mengakui antrean kendaraan, khususnya untuk pembelian Pertalite, memang meningkat dalam dua pekan terakhir.

Menurutnya, salah satu penyebab utama adalah banyak pengguna kendaraan roda dua yang beralih dari Pertamax ke Pertalite karena perbedaan harga yang cukup jauh.

“Masyarakat memilih Pertalite karena selisih harga cukup besar. Pertalite sekitar Rp10.000 per liter, sedangkan Pertamax mencapai Rp16.650 per liter, sehingga banyak yang rela mengantre lebih lama,” ujarnya.

Selain faktor harga, kondisi ekonomi juga ikut memengaruhi perilaku masyarakat dalam membeli BBM. Kenaikan harga Pertamax yang terjadi beberapa waktu terakhir dinilai berdampak terhadap meningkatnya pengeluaran rumah tangga, sehingga masyarakat berusaha menghemat biaya operasional kendaraan.

error: