“Alhamdulillah kita di Parittiga ini satu unit mobil damkar dari Batalyon dan satu unit mobil tangki air dari BRS. Semuanya dapat dimanfaatkan dan dioperasikan untuk kejadian karhutla dan dapat mendistribusikan air bersih kepada masyarakat,” ujarnya.
Dua armada tersebut disiapkan untuk menjalankan fungsi ganda, yakni membantu proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan serta mendistribusikan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan.
“Untuk distribusi air bersih ke masyarakat secepatnya akan kita lakukan,” kata Adhian.
Agar penyaluran bantuan air bersih dapat dilakukan sesuai kebutuhan, pemerintah kecamatan meminta seluruh kepala desa segera melakukan pendataan terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air.
Pendataan tersebut meliputi jumlah warga terdampak, lokasi wilayah yang mengalami kekeringan hingga kebutuhan air bersih masing-masing desa. Selanjutnya, data itu akan menjadi dasar dalam menentukan prioritas distribusi bantuan.
Di tengah kondisi musim kemarau yang masih berlangsung, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di kawasan lahan kering.
















