PANGKALPINANG – Pengelolaan sampah di Kota Pangkalpinang dinilai perlu naik kelas, dari sekadar gerakan komunitas menjadi sistem berbasis wilayah yang dapat diterapkan secara berkelanjutan. Salah satu langkah yang didorong adalah menetapkan satu kawasan sebagai lokasi percontohan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Eddy Iskandar, menyampaikan gagasan tersebut saat melakukan silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat dalam Reses Masa Sidang III Tahun Sidang II Tahun 2026 di Air Itam, Kecamatan Bukit Intan, Minggu (13/9/2026) sore.
Dalam kegiatan itu, Eddy melihat secara langsung aktivitas masyarakat dan komunitas dalam mengolah sampah. Ia juga berdialog mengenai berbagai kendala yang masih dihadapi, sekaligus peluang untuk memperluas pengelolaan sampah agar mampu memberikan dampak yang lebih besar bagi lingkungan.
Menurut Eddy, inisiatif masyarakat di sejumlah wilayah Pangkalpinang sebenarnya sudah menunjukkan perkembangan. Sampah organik mulai dimanfaatkan untuk budidaya maggot, sedangkan sampah anorganik telah diolah melalui kerja sama dengan berbagai pihak.
Ia menilai berbagai inovasi tersebut dapat menjadi fondasi untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih terarah.
“Pengolahan sampah di Pangkalpinang sudah bertransformasi. Tetapi yang belum ada sebenarnya adalah wilayah percontohan,” ujar Eddy.
Karena itu, Eddy mendorong agar salah satu wilayah di Kecamatan Bukit Intan, baik pada tingkat RT maupun kelurahan, ditetapkan sebagai kawasan percontohan.
“Kita sebenarnya mendorong bagaimana ada wilayah di Bukit Intan, satu RT atau satu kelurahan, nanti akan menjadi percontohan,” katanya.
Menurut dia, keberadaan kawasan percontohan penting untuk menunjukkan bahwa pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat berjalan secara nyata. Dengan adanya contoh yang berhasil, konsep tersebut dinilai lebih mudah ditiru dan dikembangkan di wilayah lain.
“Pengolahan sampah ini bukan sesuatu yang ribet, tetapi sesuatu yang bisa diduplikasi. Untuk menduplikasi itu, orang ingin melihat keberhasilan dulu,” jelasnya.















