PANGKALPINANG — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi salah satu bencana yang cukup menonjol di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung selama periode Juni hingga Agustus 2026. Dalam kurun tiga bulan tersebut, kejadian kebakaran tersebar di sejumlah kabupaten dan kota dengan Kabupaten Belitung Timur tercatat sebagai wilayah yang paling banyak mengalami kejadian.
Kondisi cuaca yang cenderung panas dan kering turut meningkatkan potensi muncul dan meluasnya kebakaran lahan. Sejumlah kejadian juga diduga berkaitan dengan aktivitas manusia, mulai dari pembakaran sampah hingga pembukaan lahan menggunakan api. Kondisi angin kemudian dapat membuat api lebih cepat menjalar, terutama pada kawasan yang dipenuhi semak dan vegetasi kering.
Berdasarkan rekapitulasi kejadian bencana periode Juni hingga Agustus 2026, luas lahan yang tercatat terbakar mengalami peningkatan dari Juli ke Agustus.
Pada Juni 2026, tidak tercatat angka luas lahan terbakar dalam data rekapitulasi. Sementara itu, pada Juli terdapat 43,47 hektare lahan terbakar dari 18 kejadian yang memiliki data luas, dengan rata-rata sekitar 2,42 hektare per kejadian.
Memasuki Agustus 2026, luas lahan yang terbakar meningkat menjadi 75,76 hektare. Angka tersebut berasal dari 39 kejadian yang memiliki data luas, dengan rata-rata sekitar 1,94 hektare untuk setiap kejadian.
Belitung Timur Jadi Wilayah dengan Kejadian Terbanyak
Dari sebaran kejadian yang tercatat, Kabupaten Belitung Timur menjadi daerah dengan jumlah kejadian karhutla paling banyak di Bangka Belitung.
Kebakaran dilaporkan tersebar di sejumlah kecamatan, antara lain Manggar, Gantung, Damar, Kelapa Kampit, hingga Simpang Renggiang. Beberapa lokasi yang tercatat terdampak meliputi kawasan Pantai Mudong, Kulong Kero, Jalan Bandara Manggar, serta Dusun Selingsing.
Tingginya kejadian di Belitung Timur menunjukkan bahwa kewaspadaan terhadap kebakaran lahan perlu ditingkatkan, terutama ketika kondisi lingkungan memasuki periode kering.
Karhutla Juga Terjadi di Sejumlah Daerah
Bukan hanya Belitung Timur, sejumlah wilayah lain di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga mencatat kejadian kebakaran lahan selama periode tersebut.















