IMG_20260905_155648
Bangka Barat

Asap Mulai Tebal, Dinkes Babar: Jangan Abaikan Gejala ISPA

×

Asap Mulai Tebal, Dinkes Babar: Jangan Abaikan Gejala ISPA

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka Barat, Muhammad Sapi'i Rangkuti.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka Barat, Muhammad Sapi'i Rangkuti.

BANGKA BARAT – Kabut asap yang mulai menebal di sejumlah wilayah Kabupaten Bangka Barat menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes). Kondisi udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tersebut dinilai perlu diantisipasi masyarakat, terutama kelompok yang rentan terhadap gangguan pernapasan.

Dinkes Bangka Barat memastikan sampai Jumat (18/9/2026), belum ditemukan peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) secara signifikan di puskesmas maupun rumah sakit. Meski begitu, masyarakat tetap diminta menerapkan langkah pencegahan selama kondisi kabut asap berlangsung.

APPLY
Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Meskipun kabut asap menebal, belum ada laporan peningkatan kasus ISPA secara signifikan dari puskesmas maupun rumah sakit,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Bangka Barat, Rangkuti, Jumat (18/9/2026).

Menurut Rangkuti, kondisi saat ini belum menunjukkan situasi yang sangat berbahaya. Namun, masyarakat diminta tidak mengabaikan perubahan kualitas udara karena paparan asap dalam waktu tertentu dapat memicu gangguan pada saluran pernapasan.

Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Bangka Barat telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh puskesmas. Surat tersebut selanjutnya disampaikan kepada masyarakat sebagai pedoman dalam menjaga kesehatan selama kabut asap akibat karhutla masih terjadi.

Dinkes juga mengimbau warga menggunakan masker ketika harus melakukan aktivitas di luar rumah. Sementara itu, rencana pembagian masker secara massal kepada masyarakat dan sekolah masih mempertimbangkan ketersediaan stok serta hasil kajian kondisi di lapangan.

“Warga diminta mengurangi kegiatan di luar rumah jika tidak mendesak, serta dilarang keras membakar sampah atau lahan yang dapat memperparah kondisi asap,” ujarnya.

Selain pencegahan, masyarakat diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan apabila mulai merasakan gejala gangguan pernapasan. Pemeriksaan dapat dilakukan di fasilitas kesehatan terdekat, termasuk puskesmas maupun puskesmas pembantu (Pustu).

Rangkuti mengingatkan agar masyarakat tidak menunggu kondisi semakin parah sebelum mendapatkan penanganan medis. Gejala seperti batuk, pilek, maupun bersin yang berlangsung terus-menerus perlu menjadi perhatian, terlebih jika muncul setelah terpapar kabut asap.

error: