IMG-20260926-WA0062
Bangka Barat

Ini Kata Markus Soal Penanganan Krisis Air Bersih

×

Ini Kata Markus Soal Penanganan Krisis Air Bersih

Sebarkan artikel ini
Bupati Markus. Foto: Rizki Ramadhani.
Bupati Markus. Foto: Rizki Ramadhani.

BANGKA BARAT – Persoalan ketersediaan air bersih di Kabupaten Bangka Barat kembali menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan solusi nyata.

Ketika sumber air seperti kolong mulai mengering akibat minimnya curah hujan, keberlangsungan pelayanan air bersih kepada masyarakat ikut menghadapi permasalahan yang cukup serius.

APPLY
Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Bupati Bangka Barat Markus mengakui, kondisi cuaca menjadi salah satu kendala utama dalam menjaga ketersediaan air baku bagi Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Sejiran Setason.

Namun, di tengah ancaman kekeringan yang berulang, pemerintah daerah dituntut tidak hanya mengandalkan upaya darurat, melainkan juga menyiapkan strategi jangka panjang agar masyarakat tidak terus dibayangi persoalan air bersih setiap musim kemarau.

“Curah hujan saat ini masih minim. Hujan yang turun belum cukup untuk menambah debit air baku, sehingga kolong yang menjadi sumber air mengalami kekeringan,” ujar Markus, Selasa (27/10/2026).

Menurut Markus, pemerintah daerah telah melakukan sejumlah upaya untuk membantu menjaga ketersediaan air, termasuk mendukung penggalian kembali sumber air yang dimanfaatkan Perumdam TSS. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari penanganan terhadap keterbatasan pasokan air baku.

“Perumdam sudah kita bantu bersama BWS untuk melakukan penggalian kembali. Upaya yang dilakukan saat ini sudah maksimal, tetapi memang kondisi sumber air masih menjadi kendala,” katanya.

Meski demikian, klaim bahwa upaya penanganan telah maksimal tidak serta-merta menghapus persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat. Ketika sumber air masih sangat bergantung pada hujan, kondisi tersebut memperlihatkan pentingnya sistem penyediaan air yang lebih tangguh dan tidak mudah terganggu oleh perubahan cuaca.

Sebagai langkah jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat mulai mengkaji kemungkinan pembangunan sumur bor berkapasitas besar. Opsi ini dipertimbangkan untuk menyediakan cadangan air sekaligus mengurangi ketergantungan Perumdam terhadap sumber air permukaan yang rentan mengering.

error: