<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratKriminalLokal

Apel Kebangsaan dan Doa Bersama Lintas Agama, AKBP Pradana Aditya Tekankan tentang Kamtibmas

×

Apel Kebangsaan dan Doa Bersama Lintas Agama, AKBP Pradana Aditya Tekankan tentang Kamtibmas

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT – Dalam rangka memperkuat semangat persatuan dan mempererat kerukunan antar umat beragama, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat menggelar Apel Kebangsaan dan Doa Bersama Lintas Agama di Lapangan Parkir Timur, Kantor Bupati Bangka Barat, Senin (8/9/2025) pukul 09.00 WIB.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Bupati dan Wakil Bupati Bangka Barat, Ketua DPRD Bangka Barat, Kepala OPD, Personil Polres dan Kodim 0431 Bangka Barat, FKUB, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan ASN dan organisasi kemasyarakatan lainnya.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah unsur Forkopimda dan tokoh lintas agama, termasuk Kapolres Bangka Barat, AKBP Pradana Aditya yang turut mengambil peran penting dalam menyampaikan amanat terkait pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) melalui semangat kebangsaan dan toleransi.

Dalam amanatnya, Kapolres Bangka Barat menekankan bahwa Apel Kebangsaan bukan hanya sebatas seremonial, tetapi merupakan bentuk nyata komitmen bersama dalam menjaga keutuhan NKRI.

“Persatuan dan kerukunan lintas agama adalah fondasi utama dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif. Polres Bangka Barat akan terus bersinergi dengan semua elemen masyarakat untuk menjaga keamanan wilayah kita bersama,” tegas AKBP Pradana Aditya Nugraha.

Kegiatan diawali dengan apel yang dipimpin langsung oleh petugas upacara, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan Teks Pancasila, pembukaan UUD 1945, dan penyampaian amanat oleh pembina apel.

Setelah itu, dilakukan doa lintas agama yang dipimpin oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Bangka Barat sebagai bentuk simbolik semangat toleransi dan kebhinekaan.

Menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kondisi keamanan di Kabupaten Bangka Barat yang tetap aman, kondusif, dan terkendali, meskipun di beberapa daerah lain di Indonesia sedang terjadi aksi unjuk rasa yang berujung anarkis.

“Kita patut bersyukur, di tengah maraknya aksi unjuk rasa di sejumlah wilayah yang mengarah pada tindakan anarkis, Kabupaten Bangka Barat tetap tenang, damai, dan aman. Ini adalah bukti bahwa kebersamaan dan persatuan masyarakat Bangka Barat nyata adanya,” ujarnya.

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: