Nasional

Eks Menag Tersandung Kasus Korupsi, Prabowo Tekankan Transparansi Pelayanan Haji 2026

12
×

Eks Menag Tersandung Kasus Korupsi, Prabowo Tekankan Transparansi Pelayanan Haji 2026

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto. Foto: Istimewa.
Presiden Prabowo Subianto. Foto: Istimewa.

NASIONAL – Pemerintah terus mematangkan persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi dengan menempatkan transparansi dan akuntabilitas sebagai fondasi utama.

Arahan Presiden Prabowo Subianto menjadi penegasan bahwa pelayanan jemaah harus dikelola secara terbuka, profesional, dan dapat dipertanggungjawabkan di setiap tahapannya.

Sejumlah langkah strategis telah disiapkan sejak dini, mulai dari penguatan tata kelola hingga pengawasan lintas sektor. Pemerintah menargetkan penyelenggaraan haji yang tepat waktu, berkualitas, serta mampu memberikan rasa aman dan perlindungan maksimal bagi seluruh jemaah Indonesia.

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menegaskan bahwa persiapan haji 2026 dilakukan secara cermat dan menyeluruh sesuai arahan Presiden.

“Kami harus menyiapkan sedini mungkin dan secermat mungkin. Fokus kami adalah ketepatan waktu, kualitas layanan, perlindungan jemaah, serta tata kelola yang akuntabel, sesuai permintaan Presiden agar penyelenggaraan haji dikelola secara transparan dan akuntabel,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penguatan tata kelola tidak hanya dilakukan di internal kementerian, tetapi juga melibatkan berbagai pihak eksternal guna memastikan integritas penyelenggaraan.

“Di Kementerian Haji ini kami didampingi berbagai pihak, termasuk aparat penegak hukum. Dari KPK dan Kejaksaan turut terlibat agar seluruh proses haji berjalan transparan dan akuntabel,” katanya.

Menurut Menhaj, pelayanan jemaah menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan haji tahun ini. Setiap kebijakan diarahkan agar memberikan dampak langsung terhadap kenyamanan, keselamatan, dan ketenangan jemaah selama menjalankan ibadah.

“Pemerintah ingin memastikan pelaksanaan ibadah haji berjalan aman, nyaman, dan tenang, sehingga jemaah bisa fokus beribadah,” tuturnya.

Terkait persiapan di Arab Saudi, pemerintah terus mengawal penyediaan layanan akomodasi, konsumsi, dan transportasi melalui koordinasi intensif dengan otoritas setempat.

“Transportasi dan konsumsi sudah 100 persen siap, sementara akomodasi di Madinah hampir rampung dan di Makkah sedang kami percepat penyelesaiannya,” ungkapnya.

error: