Bangka Barat

Keberangkatan di Pelabuhan Tanjung Kalian Terkendala Cuaca, KSOP Keluarkan Peringatan Penyeberangan

20
×

Keberangkatan di Pelabuhan Tanjung Kalian Terkendala Cuaca, KSOP Keluarkan Peringatan Penyeberangan

Sebarkan artikel ini
Kapal Munic bersandar di Pelabuhan. Foto: Istimewa/BPTD Kelas III Babel.
Kapal Munic bersandar di Pelabuhan. Foto: Istimewa/BPTD Kelas III Babel.

BANGKA BARAT – Aktivitas pelayaran dan penyeberangan di perairan Bangka Barat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi pada 23 hingga 26 Januari 2026.

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Mentok mengeluarkan pemberitahuan resmi atau Notice to Marine terkait prakiraan tinggi gelombang laut berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Depati Amir.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Dalam pengumuman tersebut disebutkan, tinggi gelombang di perairan Bangka Barat bagian utara dan selatan diperkirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter.

Selain itu, kecepatan angin diprediksi berada pada kisaran 12 hingga 21 knot, yang berpotensi mengganggu keselamatan pelayaran dan penyeberangan.

KSOP Mentok mengimbau seluruh kapal yang akan berlayar, termasuk kapal penyeberangan dan kapal nelayan, agar selalu memantau perkembangan cuaca sebelum keberangkatan.

Nakhoda dan operator kapal juga diminta tidak memaksakan diri apabila kondisi cuaca dinilai tidak memungkinkan.

“Keselamatan menjadi prioritas utama. Penundaan keberangkatan atau kegiatan pelayaran disarankan apabila kondisi gelombang dan angin membahayakan,” demikian isi pengumuman resmi KSOP Mentok.

Pemberitahuan ini diharapkan dapat menjadi perhatian serius bagi seluruh pengguna jasa laut demi mencegah terjadinya kecelakaan di perairan Bangka Barat selama periode cuaca ekstrem tersebut.

Sebelumnya pada Jumat (23/1/2026) malam tadi, dua penyeberangan kapal ferry rute Tanjung Kalian, Bangka Barat–Tanjung Api-Api, Sumatera Selatan, harus terpaksa ditunda hingga Sabtu pagi akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi.

Informasi penundaan tersebut disampaikan kepada pengguna jasa penyeberangan pada Jumat malam. Penundaan dilakukan sebagai langkah antisipasi demi keselamatan pelayaran, menyusul kondisi cuaca yang tidak memungkinkan untuk pelayaran malam hari.

error: