BANGKA BARAT – Sebanyak 29 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2024 resmi dilantik dan diambil sumpah/janjinya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka Barat. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Gedung Graha Aparatur, Selasa (31/3/2026).
Bupati Bangka Barat, Markus, mengatakan pelantikan ini momentum penting dalam peneguhan tanggung jawab sebagai abdi negara. Ia mengingatkan status sebagai ASN bukan hanya tentang pekerjaan, tetapi juga amanah yang akan diuji setiap hari.
“Hari ini bukan sekadar pelantikan, namun hari peneguhan tanggung jawab. Negara tidak hanya mengangkat saudara sebagai pegawai negeri sipil, tetapi menitipkan kepercayaan yang akan diuji setiap hari, baik dalam keputusan maupun sikap,” ujar Markus.
Ia juga menyoroti pentingnya kesiapan aparatur dalam menghadapi tantangan birokrasi modern yang menuntut kinerja adaptif, responsif, dan efisien. Dengan adanya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, seluruh pegawai dituntut mampu memberikan dampak nyata bagi daerah.
“Pemerintah membutuhkan aparatur yang bukan hanya mampu bekerja, tetapi mampu memberikan dampak positif bagi daerah. Kita harus sadar bahwa anggaran negara terbatas, sehingga setiap pegawai dituntut mengelola sumber daya secara cerdas dan bijak,” tuturnya.
Menurut Markus, efisiensi bukan berarti mengurangi kualitas, melainkan memaksimalkan waktu, anggaran, pikiran, dan potensi untuk menghasilkan pelayanan publik yang berkualitas.
Dalam arahannya kepada para CPNS yang baru dilantik, ia berpesan agar mereka tidak hanya menjadi bagian dari struktur, tetapi juga menjadi penggerak perubahan di lingkungan kerja masing-masing.
“Bekerjalah dengan inisiatif, penuh integritas, dan berorientasi pada hasil. Jangan hanya menjadi bagian dari struktur, tetapi jadilah penggerak perubahan,” katanya.
Ia juga memberikan lima pesan penting kepada para CPNS, yakni bekerja dengan integritas, tidak menunggu perintah tetapi menghadirkan inisiatif, menghasilkan nilai dalam setiap pekerjaan, menjaga nama baik instansi, serta terus belajar mengikuti perkembangan birokrasi.















