BANGKA BARAT – Insiden robohnya bagian atap dak di Puskesmas Jebus, Kabupaten Bangka Barat, menjadi perhatian publik setelah bangunan yang baru selesai dibangun pada akhir 2025 itu mengalami kerusakan saat hujan deras.
Peristiwa rusaknya atap fasilitas kesehatan tersebut terekam dalam sebuah video amatir warga berdurasi 14 detik.
Kejadian ini memunculkan pertanyaan terkait kualitas pengerjaan proyek fasilitas kesehatan tersebut.
Peristiwa terjadi ketika hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kecamatan Jebus. Tekanan air yang diduga tidak tertampung dengan baik disebut menjadi pemicu runtuhnya bagian plafon berbahan ringan di bangunan tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangka Barat, Muhammad Safi’i Rangkuti, mengakui adanya kendala pada sistem saluran air yang diduga tersumbat hingga menyebabkan genangan air di atas atap.
“Jadi tadi itu hujan, ada saluran yang tersumbat. Sekali jebol, karena material PPC itu ringan, langsung roboh,” ungkap Rangkuti.
Ia menegaskan bahwa kerusakan yang terjadi tidak menyentuh struktur utama bangunan, melainkan hanya pada bagian plafon berbahan PPC.
“PPC saja yang jatuh, tidak ada kerusakan lain. Belum tahu berapa plong, cuma kita sudah menghubungi pihak penyedia besok sudah ada perbaikan semuanya,” jelasnya.
Meski demikian, insiden ini tetap menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, mengingat bangunan tersebut masih tergolong baru. Rangkuti juga mengakui bahwa sebelumnya hujan deras tidak pernah menyebabkan kerusakan serupa, sehingga pihaknya masih melakukan penelusuran lebih lanjut.
“Masih dicari penyebabnya, sebelumnya ada hujan deras juga tapi tida ada yang rusak,” katanya.
Ia menambahkan bahwa bagian lain seperti jendela maupun struktur pendukung tidak mengalami kerusakan akibat kejadian tersebut.
“(Untuk jendela) sejauh ini tidak ada dilaporkan jadi cuma di PPC aja karena ringan banget,” imbuhnya.















