Gong Xi Fa Chai
Bangka Barat

Telan Biaya Rp 8 Miliar Lebih, Oktorazsari Pertanyakan Perancangan dan Pengawasan Puskesmas Jebus

×

Telan Biaya Rp 8 Miliar Lebih, Oktorazsari Pertanyakan Perancangan dan Pengawasan Puskesmas Jebus

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua I DPRD Bangka Barat, Oktorazsari. Foto: Istimewa.
Wakil Ketua I DPRD Bangka Barat, Oktorazsari. Foto: Istimewa.

BANGKA BARAT – Proyek pembangunan Puskesmas Jebus di Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, menjadi sorotan publik setelah insiden banjir disertai ambruknya plafon bangunan.

Padahal, proyek yang dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2025 senilai Rp8,47 miliar itu masih berada dalam masa tanggung jawab pihak penyedia jasa.

APPLY
Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Peristiwa tersebut memicu kekhawatiran terkait kualitas konstruksi fasilitas kesehatan yang seharusnya menjadi tempat aman bagi masyarakat. Sejumlah pihak menilai, kejadian ini mencerminkan adanya persoalan dalam perencanaan maupun pengawasan proyek.

Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Bangka Barat, H. Oktorazsari, mengaku prihatin atas insiden yang terjadi di Puskesmas Jebus beberapa waktu lalu. Ia menegaskan bahwa kejadian tersebut seharusnya dapat dicegah jika proses pembangunan dilakukan secara optimal.

“Semestinya ini tidak perlu terjadi jika perencanaan dan pengawasan pembangunannya dilakukan dengan cermat dan ketat,” cetus Oktorazsari dengan nada kesal pada Jumat, 24 April 2026.

Ia juga menyoroti dugaan penggunaan material yang tidak sesuai standar, khususnya pada bagian talang air. Menurutnya, hal itu menjadi indikasi lemahnya pengawasan selama proses pembangunan berlangsung.

“Penggunaan talang air yang tidak standar, menjadi bukti lemahnya pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan,” tuturnya.

Politisi Partai Gerindra tersebut mendesak dinas terkait untuk segera melakukan pemeriksaan menyeluruh guna mengungkap penyebab insiden, apakah murni kelalaian atau terdapat unsur kesengajaan dari pihak penyedia jasa, yakni CV Duo Sekawan.

“Jika terbukti lalai atau ada unsur kesengajaan, sebaiknya CV tersebut tidak lagi dilibatkan dalam proyek ke depan,” ungkapnya.

Selain itu, Oktorazsari juga mengkritik respons Kepala Dinas Kesehatan yang dinilai kurang serius menanggapi kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa insiden ini berkaitan langsung dengan aspek keselamatan masyarakat.

“Ini menyangkut keselamatan pasien, pengunjung dan pegawai Puskesmas Jebus. Masih untung saat kejadian tidak sampai menimbulkan korban, dan alat alkes di puskesmas tersebut pasti ada juga yang terkana air hujan,” tegasnya.

error: