BANGKA BARAT – Kebutuhan hewan kurban di Kabupaten Bangka Barat pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah atau tahun 2026 diperkirakan mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Meski jumlah permintaan diprediksi naik, stok sapi dan kambing untuk masyarakat tetap aman dan mencukupi.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bangka Barat saat ini masih melakukan pendataan kebutuhan hewan kurban di seluruh wilayah.
Kabid Peternakan DKPP Bangka Barat, Agung Ari Wibowo mengatakan, jumlah sapi kurban tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 540 ekor, meningkat sekitar 5 hingga 10 persen dibanding tahun 2025.
“Kita dari Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan Bangka Barat sedang melakukan pendataan, jadi sedang berlangsung saat ini. Namun untuk kebutuhan sapi kurban 2026 ini insyaallah tercukupi,” kata Agung Ari Wibowo, Selasa
Menurut Agung, pada Iduladha tahun lalu jumlah sapi kurban di Bangka Barat tercatat sebanyak 519 ekor. Dengan tren peningkatan yang terjadi, jumlah tersebut diperkirakan bertambah menjadi sekitar 540 ekor pada tahun ini.
“Kalau dibandingkan dengan tahun kemarin, kami estimasi ada peningkatan 5 sampai 10 persen. Tahun kemarin ada 519 ekor, kita prediksi tahun ini ada 540-an,” ujarnya.
Selain sapi, kebutuhan kambing kurban juga diproyeksikan meningkat. Jika tahun lalu tercatat sebanyak 1.096 ekor, maka pada 2026 jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 1.150 ekor atau naik sekitar 5 persen.
“Untuk kambing 1.096 ekor, perkiraannya di tahun ini 1.150-an ekor, itu sekitar 5 persen,” jelas Agung.
Agung menambahkan, pasokan sapi kurban di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung hingga kini masih sangat bergantung pada daerah luar provinsi. Hewan ternak tersebut umumnya didatangkan dari Lampung, Sumatera Selatan, dan sejumlah daerah di Pulau Jawa.
“Tak hanya di Bangka Barat, tapi di Bangka Belitung ini ketergantungannya masih tinggi mendatangkan sapi dari luar provinsi, terutama dari Lampung, Sumatera Selatan maupun Pulau Jawa,” ujarnya.















