BANGKA BARAT – Pemerintah Kabupaten Bangka Barat berkolaborasi dengan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung guna mendongkrak kembali kualitas pendidikan di wilayah tersebut.
Hal ini ditandai oleh audiensi antara Bupati Bangka Barat, Markus bersama jajaran BPMP Babel di OR I, Jumat (8/5/2026). Pertemuan ini menjadi penting karena beriringan dengan upaya daerah memenuhi standar pelayanan minimal (SPM).
Markus yang didampingi Bunda PAUD Bangka Barat, Evi Astura menyambut langsung kunjungan yang dipimpin oleh Kepala BPMP Bangka Belitung, Cipto Suncoko.
“Fokus utama pertemuan ini adalah menemukan titik temu program prioritas pusat dan kebutuhan di daerah. Harapannya biar pendidikan Bangka Barat lebih baik lagi. Oleh karena itu perlu sinergitas antara pemerintah daerah dan BPMP,” kata Markus.
Melalui forum ini, Markus berharap memperoleh berbagai masukan, pendampingan, serta penguatan kebijakan dalam mendukung peningkatan mutu pembelajaran, kualitas tenaga pendidik, sarana dan prasarana, hingga tata kelola pendidikan yang lebih baik.
“Pemkab Bangka Barat juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai program peningkatan kualitas pendidikan demi menciptakan generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu bersaing di masa depan,” tuturnya.
Sementara itu, Cipto Suncoko mengatakan pihaknya mengawal sejumlah program prioritas nasional mulai dari makan bergizi gratis (MBG) hingga gerakan wajib belajar 13 tahun (WAJAR 13) sebagai langkah penanganan anak tidak sekolah.
“Program prioritas ini kami dorong untuk memastikan pemenuhan SPM dapat berjalan optimal, sekaligus memperkuat pemerataan akses pendidikan hingga ke tingkat desa,” katanya.
BPMP juga menyoroti pentingnya digitalisasi pembelajaran dan penguatan karakter melalui gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Selain itu, ia memberikan catatan khusus mengenai pemerataan akses pendidikan anak usia dini (PAUD).















