Gong Xi Fa Chai
Belitung

Penyelewengan BBM Subsidi, Polda Babel Ringkus Operator SPBU

×

Penyelewengan BBM Subsidi, Polda Babel Ringkus Operator SPBU

Sebarkan artikel ini

BANGKA BELITUNG – Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kepulauan Bangka Belitung berhasil membongkar dugaan penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar di Kabupaten Belitung.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi mengamankan dua orang pelaku beserta ribuan liter solar subsidi yang diduga hendak disalahgunakan.

APPLY
Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kasus penyelewengan BBM subsidi ini terungkap setelah aparat menerima laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan distribusi solar di wilayah Belitung. Dari hasil penyelidikan, petugas berhasil menangkap seorang operator SPBU dan sopir truk tangki yang diduga terlibat dalam praktik ilegal tersebut.

Kabid Humas Polda Babel, Kombes Pol Agus Sugiyarso membenarkan adanya penindakan tersebut. Ia mengatakan kedua pelaku berikut barang bukti kini telah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut.

“Kedua pelaku sudah diamankan yakni He (39) selaku operator SPBU di Kompak Belitung dan FS (47) selaku sopir truk tangki,” kata Agus, Jumat (8/5/2026) di Mapolda.

Menurut Agus, penangkapan dilakukan pada Kamis (7/5/2026) dini hari di Jalan Merdeka, Tanjung Rusa, Belitung. Saat itu, petugas mendapati sebuah mobil truk tangki berwarna biru yang mengangkut sekitar 3.210 liter solar subsidi.

“Mereka ditangkap pada Kamis (7/5/26) dini hari, di Jalan Merdeka Tanjung Rusa Belitung saat sedang mengangkut solar menggunakan mobil truk tangki berwarna biru dengan muatan kurang lebih 3.210 liter yang bersumber dari SPBU Kompak Membalong Belitung,” sambungnya.

Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat mengenai dugaan penyalahgunaan distribusi BBM subsidi jenis solar. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh personel Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Babel dengan melakukan penyelidikan di lapangan.

Hasilnya, polisi menemukan adanya dugaan manipulasi penyaluran solar subsidi menggunakan dokumen rekomendasi BBM untuk nelayan. Modus itu dipakai untuk menyamarkan jumlah solar yang sebenarnya disalurkan.

“Modus operandi mereka ini memanfaatkan dokumen surat rekomendasi BBM untuk nelayan. Kemudian dibuat secara manipulasi seolah-olah sudah terjual sebanyak 5.280-an liter, namun faktanya yang terjual hanya sebanyak 2.070-an liter,” beber Agus.

error: