BANGKA BARAT – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kepulauan Bangka Belitung mulai mempersiapkan langkah politik jangka panjang menghadapi Pemilu 2029.
Salah satu target yang dipasang yakni mendorong kader internal partai agar dapat tampil dalam kontestasi pemilihan kepala daerah di Kabupaten Bangka Barat maupun daerah lainnya di Babel.
Ketua DPW PPP Bangka Belitung, Amri Cahyadi, mengatakan hasil Pemilu 2024 di Bangka Barat menjadi pijakan awal untuk memperkuat posisi partai berlambang Ka’bah tersebut. Meski baru meraih satu kursi DPRD, ia menilai capaian itu menunjukkan adanya perkembangan signifikan dibanding periode sebelumnya.
Hal ini disampaikan Amri Cahyadi usai Muscab PPP Bangka Barat ke-VI yang berlangsung di Yasmin Star Hotel Kecamatan Mentok, Kamis (6/5/2026).
“Walaupun hanya satu kursi, bagi kami itu sebuah keberhasilan. Karena dari sebelumnya tidak memiliki kursi, sekarang menjadi satu kursi. Artinya ada kemajuan,” kata Amri.
Menurutnya, keberhasilan memperoleh kursi legislatif menjadi sinyal bahwa PPP mulai mendapat tempat di tengah masyarakat Bangka Barat. Karena itu, konsolidasi partai akan terus diperkuat agar perolehan suara dan kursi dapat meningkat pada pemilu mendatang.
Ia menegaskan, perubahan strategi politik menjadi salah satu langkah penting yang harus dilakukan seluruh kader dan pengurus partai untuk menghadapi persaingan politik ke depan.
“Cara berpolitik, cara berpartai, dan strategi ke depan harus berubah agar target peningkatan kursi bisa tercapai,” katanya.
Tak hanya fokus memperbesar kekuatan di legislatif, PPP juga mulai menyiapkan kader agar berani maju sebagai calon kepala daerah maupun wakil kepala daerah pada Pilkada 2029 mendatang. Selama ini, PPP lebih sering berada di posisi sebagai partai pengusung dalam koalisi.
Sementara itu, Ketua DPC PPP Bangka Barat, Andri menyampaikan menyampaikan rasa terima kasih atas amanah besar yang diberikan kepadanya.
Dia menegaskan bahwa tugas terdekatnya adalah melakukan konsolidasi total di seluruh tingkatan, mulai dari tingkat kecamatan (PAC) hingga ke ranting.











