IMG-20260814-WA0068
BALEHO DIRGAHAYU RI 2026 (4x6)
Bangka Barat

BPBD Catat 58 Karhutla di Bangka Barat, Terkendala Pasokan Air

×

BPBD Catat 58 Karhutla di Bangka Barat, Terkendala Pasokan Air

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman serius di Kabupaten Bangka Barat sepanjang Agustus 2026. Kondisi cuaca kering membuat sejumlah titik rawan kebakaran kembali terbakar dan membutuhkan penanganan cepat dari petugas.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka Barat mencatat sebanyak 58 kejadian karhutla sejak awal Agustus 2026. Dari puluhan kejadian tersebut, total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 82 hektare.

APPLY
Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kecamatan Mentok tercatat sebagai wilayah dengan kejadian karhutla paling banyak. Api umumnya membakar semak belukar dan sebagian lahan perkebunan milik masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Bangka Barat, Safrizal, mengatakan kejadian kebakaran rata-rata muncul dua kali dalam sehari. Bahkan, pada Kamis lalu, petugas harus menangani kebakaran yang terjadi di tujuh lokasi berbeda dalam satu hari.

Menurutnya, kondisi lahan yang kering serta banyaknya semak belukar menjadi salah satu faktor yang membuat api lebih mudah menyebar.

“Upaya ini dilakukan untuk memperkuat penanganan kebakaran, sekaligus mengantisipasi keterbatasan air selama musim kemarau,” ujar Safrizal, Sabtu (22/8/2026).

BPBD Bangka Barat terus melakukan pemadaman sekaligus pemantauan terhadap lokasi yang berpotensi kembali terbakar. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kobaran api menjalar ke kawasan permukiman maupun lahan produktif masyarakat.

Penanganan karhutla juga diperkuat melalui koordinasi antara pemerintah daerah dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan yang berada di wilayah Bangka Barat. Koordinasi tersebut diperlukan untuk mempercepat penanganan ketika muncul titik api sekaligus mengantisipasi dampak kekeringan.

Safrizal menambahkan, kondisi musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga akhir tahun. Keterbatasan sumber air juga menjadi perhatian dalam proses pemadaman apabila kebakaran terjadi di lokasi yang sulit dijangkau.

“Kami minta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi memicu kebakaran. Warga segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sebelum meluas,” tuturnya.

error: