PANGKALPINANG – Kontingen Kabupaten Bangka Barat tampil impresif dalam cabang olahraga (cabor) catur Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bangka Belitung 2026. Hingga pertandingan berakhir pada Jumat (6/11/2026), atlet Bumi Sejiran Setason sukses mengoleksi enam medali emas, dua perak, dan satu perunggu.
Perolehan tersebut sekaligus menempatkan Bangka Barat sebagai salah satu kontingen paling dominan dalam persaingan catur Porprov 2026. Sejumlah atlet berhasil menunjukkan kemampuan terbaik, baik pada nomor beregu, perorangan, maupun kategori board prize atau penghargaan papan terbaik.
Enam medali emas diraih melalui nomor catur kilat beregu putra dan putri, serta catur kilat perorangan putra yang dimenangkan Agung AFP.
Tiga emas lainnya berasal dari kategori board prize putri. Masing-masing dipersembahkan Lira Lizara pada Meja 1, Julisa P pada Meja 2, dan Adelia pada Meja 3.
Sementara itu, dua medali perak disumbangkan Rian Kapriaga pada Meja 1 putra dan Kevin F pada Meja 2 putra. Adapun satu medali perunggu diraih Fitria Sari pada Meja 4 putri.
Pelatih Kepala Tim Catur Bangka Barat, Syamsurizal, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil dari persiapan panjang serta kedisiplinan atlet selama menjalani program latihan.
“Kemenangan ini adalah buah dari kerja keras, konsentrasi tinggi, dan komitmen para atlet sejak masa latihan hingga pertandingan selesai. Mereka bertanding dengan fokus penuh untuk membawa nama baik daerah,” ujar Syamsurizal.
Apresiasi juga disampaikan Manajer Tim Catur Bangka Barat, Nopian. Ia menilai ketenangan atlet dalam menyusun strategi dan menghitung langkah menjadi faktor penting dalam menghadapi persaingan dengan kontingen kabupaten dan kota lainnya.
Menurutnya, kekompakan tim serta kemampuan menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan turut mengantarkan Bangka Barat meraih hasil maksimal.
Raihan enam medali emas ini menjadi catatan positif bagi pembinaan olahraga catur di Bangka Barat. Prestasi tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus meningkatkan kemampuan sekaligus menjaga tradisi prestasi daerah pada ajang olahraga tingkat provinsi maupun kompetisi berikutnya.















