BANGKA BARAT – Upaya peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, berhasil digagalkan Satresnarkoba Polres Bangka Barat. Dua pria berinisial DS (24) dan RS (30) ditangkap setelah polisi menemukan 52 paket sabu yang diduga siap diedarkan.
Kedua pria tersebut diamankan pada Sabtu (31/10/2026) di kawasan pinggir hutan belakang Kuburan Cina, Jalan Santri, Kampung Menjelang Baru, Kelurahan Menjelang, Kecamatan Mentok. Dari tangan keduanya, polisi menyita sabu dengan berat bruto mencapai 13,18 gram.
KBO Satresnarkoba Polres Bangka Barat, Ipda Juanda, menjelaskan pengungkapan kasus tersebut berawal saat personel kepolisian melakukan patroli dan melihat aktivitas mencurigakan di sekitar lokasi.
Saat petugas mendekat, kedua pria tersebut berusaha melarikan diri. Salah satu di antaranya bahkan sempat membuang sebuah benda ke arah semak-semak.
Setelah dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan kotak rokok Sampoerna Mild Mentol warna hijau yang dibuang tersebut. Di dalamnya terdapat 52 paket plastik klip kecil berisi kristal yang diduga narkotika jenis sabu.
“Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan 52 paket plastik klip kecil yang diduga berisi sabu dengan berat bruto 13,18 gram. Barang tersebut ditemukan dalam kotak rokok yang dibuang oleh salah satu tersangka,” ujar Juanda, Rabu (4/11/2026).
Berdasarkan pemeriksaan awal, kedua tersangka mengaku mendapatkan barang tersebut dari seseorang yang tidak mereka kenal. Komunikasi dengan pemasok dilakukan melalui aplikasi WhatsApp dan tidak pernah bertemu secara langsung.
Juanda mengungkapkan, DS dan RS diduga memiliki peran sebagai orang yang diperintahkan untuk melempar atau meletakkan paket-paket sabu tersebut di lokasi tertentu.
Rencananya, puluhan paket narkotika itu akan diedarkan di sekitar wilayah Mentok. Polisi masih mendalami identitas pihak yang memberikan perintah serta jaringan yang berada di belakang aktivitas tersebut.
“Dari keterangan sementara, keduanya mengaku hanya berkomunikasi melalui WhatsApp dengan seseorang yang tidak dikenal. Mereka juga diperintahkan untuk melempar barang tersebut,” jelasnya.















