<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

Iduladha 2024, Pemkab Babar Potong 14 Hewan Kurban

×

Iduladha 2024, Pemkab Babar Potong 14 Hewan Kurban

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT, SOROTAN BANGKA.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Barat melakukan pemotongan sebanyak 14 ekor hewan kurban pada momen Hari Raya Iduladha 2024. Pemotongan dilakukan di Halaman Parkir Barat Kantor Bupati Bangka Barat, pada Rabu (19/6/2024) pagi.

Dari 14 ekor hewan kurban tersebut, terdiri dari 10 ekor sapi dan empat ekor kambing yang bersumber dari sumbangan dari pihak ketiga ditambah dengan sumbangan ASN di lingkungan Pemkab Bangka Barat.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Sebelumnya, Pemkab Bangka Barat menyalurkan 5 ekor sapi ke sejumlah Majid yang ada di daerah sekitar.

“Alhamdulillah kali ini kita memotong 5 ekor sapi, dan 4 ekor kambing semuanya terkumpul di Pemda Bangka Barat,” ujar Sekretaris Daerah Bangka Barat, Muhammad Soleh.

Muhammed Soleh menambahkan, hewan kurban yang dipotong pada hari raya Idul Adha kali ini dari sumbangan para OPD dan pihak ketiga yang ada di sekitar Bangka Barat.

“Sumbernya itu dari beberapa OPD kita yang telah mengorbankan dan dari beberapa teman-teman pengusaha ada dari perbankan, sawit dan sebagainya,” katanya.

Dijelaskan, Soleh daging kurban akan dibagikan ke para panitia, ASN dan masyarakat sekitar Pamda Bangka Barat.

“Daging ini akan kita bagikan ke pada warga yang ada di sekitar sini, dan juga kepada seluruh panitia,” tuturnya.

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: