<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

24 Ribuan Anak di Bangka Barat Sudah Diberi Imunisasi Polio

×

24 Ribuan Anak di Bangka Barat Sudah Diberi Imunisasi Polio

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT, SOROTAN BANGKA.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka Barat (Babar) telah melaksanakan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio sejak akhir bulan Juli 2024 lalu.

Setelah dua pekan berjalan, tercatat telah 24.682 anak telah menerima vaksin atau secara persentase capaian vaksin polio mencapai 96,5 persen.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kadinkes Babar, Muhammad Safi’i Rangkuti mengungkapkan, capaian realisasi vaksin polio pada dosis pertama untuk anak di Babar sudah di atas target nasional. Yang mana, pemerintah pusat menargetkan Sub PIN imunisasi polio mencapai minimal 95 persen.

“Jika melihat persentase capaian pada dosis pertama pemberian vaksin polio ini, kita tertinggi di Pulau Bangka. Tapi berada di urutan ketiga se Provinsi Bangka Belitung setelah Belitung Timur 98,47 persen dan Belitung 97,17 persen,” katanya, Rabu (7/8/2024).

Rangkuti mengatakan, puluhan ribu anak yang sudah berhasil divaksin polio tersebar di berbagai wilayah kerja Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Mulai dari Puskesmas Tempilang dengan capaian imunisasi 3.488 dari sasaran 3.644 anak atau 95,7 persen.

Kemudian Puskesmas Mentok dengan capaian imunisasi 5.766 dari sasaran 6.253 anak atau 92,2 persen. Jebus dengan capaian imunisasi 2.819 dari sasaran 2.829 anak atau 99,6 persen. Sekarbiru dengan capaian imunisasi 1.590 dari sasaran 1.646 atau 96,6.

“Puskesmas Kelapa capaian imunisasi 4.359 dari sasaran 4.406 anak atau 98,9 persen. Untuk di Kundi capaian 1.091 dari sasaran 1.065 atau realisasi 100 persen. Puput, capaian imunisasi 2.820 dari sasaran 2.856 anak atau 98,7 persen,” tambah Rangkuti.

Sedangkan Puskesmas Simpangteritip, capaian imunisasi mencapai 2.749 dari sasaran 2.887 atau 95,2 persen. Dirinya menerangkan, dalam melaksanakan pemberian dosis pertama vaksin polio, setidaknya ada 60 orang tim medis yang diterjunkan ke lapangan.

“Sebelum memberikan vaksin polio ini, itu kita mulai dari pendataan dulu lewat google form. Diperintahkan ke seluruh puskesmas untuk mendatangi rumah warga, karena target kita itu anak usia 8 tahun kurang 1 hari atau usia 7 tahun 11 bulan 29 hari,” ujarnya.

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: