<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

Serba-serbi Tradisi 3000 Culok Sabtu Besok di Mentok

×

Serba-serbi Tradisi 3000 Culok Sabtu Besok di Mentok

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT – Masyarakat Dusun Daya Baru, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, akan kembali menggelar tradisi tahunan pawai obor menyambut bulan Ramadhan 1446 Hijriah..

Tradisi tahunan ini menampilkan 3.000 culok yang menyala, menciptakan pemandangan yang indah dan meriah sepanjang jalan Dusun Daya Baru, Kecamatan Mentok Kabupaten Bangka Barat.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Pawai obor 3.000 culok ini akan di depan Masjid Ar Rahman, Daya Baru, Pal 4, Kecamatan Mentok, Bangka Barat, Sabtu besok.

Ketua Ikatan Pemuda Daya Baru (Imada), Priffy Roy mengatakan untuk saat ini persiapan pelaksanaan pawai obor 3.000 culok sudah mencapai 87 persen.

Lebih lanjut, Roy menjelaskan acara ini terbuka untuk umum dan masyarakat dari seluruh Kabupaten Bangka Barat diundang untuk berpartisipasi.

“Kami mengajak dan merangkul pemuda-pemudi yang ada di kampung, untuk mempersiapkan acara ini. Acara ini terbuka untuk masyarakat dari berbagai daerah untuk hadir memeriahkan pawai obor 3.000 culok,” ujarnya

Ia menambahkan, untuk persiapan tahun ini tidak jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Namun, kata dia ada inovasi baru dengan menyertakan kupon atau nomor undian di setiap obor yang dibagikan kepada peserta.

“Jadi nanti abis acara pawai obor, para peserta bisa melihat kupon, dan akan diundi.
Doopras yang kita siapkan ada Handphone, kipas angin, jam dinding, botol minuman dan beberapa hadiah lainnya,” ujarnya.

 

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: