<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratPolitik

Pleno Tingkat Kecamatan Rampung, KPU Babar Akui Ada Kendala dengan Sirekap

×

Pleno Tingkat Kecamatan Rampung, KPU Babar Akui Ada Kendala dengan Sirekap

Sebarkan artikel ini
Petugas sedang menggunakan aplikasi Sirekap pada proses simulasi di Kantor Kpu Babar.
Petugas sedang menggunakan aplikasi Sirekap pada proses simulasi di Kantor Kpu Babar.

BANGKA BARAT, SOROTANBANGKA.COM — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bangka Barat (Babar) telah selesai melakukan rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara Pemilu 2024, di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Babar, Kadir Jailani mengatakan, semua PPK di enam Kecamatan telah merampungkan rekapitulasi, dan Logistik Pemilu 2024 sudah digeser ke Gudang KPU Bangka Barat di Jalan Jenderal Sudirman.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Alhamdulillah hari ini rekapitulasi di tingkat kecamatan, enam kecamatan di Kabupaten Bangka Barat sudah finalisasi sudah menyelesaikan semua, logistik juga sudah digeser ke gudang,” ujarnya, Jumat (23/2/2024).

Kadir mengatakan, memang terdapat beberapa kendala yang ditemui selama rekapitulasi tingkat kecamatan, diantaranya terkait penggunaan aplikasi Sirekap dan kesalahan penulisan di formulir C salinan oleh KPPS.

Namun ditegaskannya Sirekap hanyalah alat bantu. Acuan terakhir pihaknya tetap kepada rekapitulasi penghitungan manual.

“Kadang – kadang Sirekap ini down ada juga terkendala signal. Dan juga ada kesalahan – kesalahan kawan – kawan KPPS dalam penulisan di C salinan. Tapi acuannya ketika di salinan itu ada kesalahan, itu akan merujuk di C hasil,” katanya.

Kemudian terdapat beberapa saksi pasangan calon presiden dan saksi pemilihan legislatif dari partai politik yang menyatakan keberatan dan tidak bersedia tanda tangan hasil rekapitulasi tingkat kecamatan. Namun KPU belum menginventarisir berapa banyak saksi yang keberatan tersebut.

“Tapi pada dasarnya prosesnya akan tetap dilanjutkan dan mereka (para saksi) silahkan nanti menuangkan keberatannya di D keberatan saksi,” ujarnya.

Tahapan selanjutnya, KPU Bangka Barat akan menggelar rapat rekapitulasi tingkat kabupaten. Pihaknya masih mengatur jadwal dan tempat yang memadai, baik fasilitas yang ada maupun dari sisi keamanannya.

Setelah tahapan itu rampung, perolehan suara hasil Pemilu 2024 baru bisa ditentukan. Namun menyoal pembagian kursi, Kadir mengatakan nanti ada sistem yang mengatur, sesuai Peraturan KPU (PKPU) terbaru.

Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: