<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka Barat

Jaga Hasmonisasi Bersama Warga, Babinsa Koramil 431-02/Muntok Kunjungi Pembuat Kue Tradisional

×

Jaga Hasmonisasi Bersama Warga, Babinsa Koramil 431-02/Muntok Kunjungi Pembuat Kue Tradisional

Sebarkan artikel ini
Sertu Sabariyanto Babinsa Koramil 431-02/Muntok melaksanakan Komsos bersama ibu Ros yang berprofesi sebagai pembuat kue Semprong bertempat Desa Pelangas Kecamatan Simpang Teritip, Sabtu (23/03/2024).
Sertu Sabariyanto Babinsa Koramil 431-02/Muntok melaksanakan Komsos bersama ibu Ros yang berprofesi sebagai pembuat kue Semprong bertempat Desa Pelangas Kecamatan Simpang Teritip, Sabtu (23/03/2024).

BANGKA BARAT, SOROTANBANGKA.COM — Sertu Sabariyanto Babinsa Koramil 431-02/Muntok melaksanakan Komsos bersama ibu Ros yang berprofesi sebagai pembuat kue Semprong bertempat Desa Pelangas Kecamatan Simpang Teritip, Sabtu (23/03/2024).

Dalam hal ini Babinsa melaksanakan Anjangsana bersama warga di wilayah binaan yang berprofesi sebagai pembuat Kue Semprong, dan sekaligus mengetahui situasi dan kondisi Kamtibmas di wilayah binaan.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Menurut Ibu Ros untuk bahan- bahan pembuatan Kue Semprong pada saat ini Masih mahal,seperti Sagu tani bahan dasar pembuatan kue semprong sebelum memasuki Ramadhan Rp.19.000,-/kg sekarang sudah naik menjadi Rp.25.000/kg.

Ibu Ros pembuat kue semprong mengatakan harapanya supaya ada yang melihat usaha tersebut dari pihak terkait, untuk membantu dalam pemasarannya baik didalam Kecamatan Simpang Teritip maupun keluar daerah.

Danramil 431-02/ Muntok Mayor kav Suherman mengatakan.” Kegiatan komsos adalah salah satu media Babinsa untuk mengenal warganya lebih dekat lagi dan sebagai sarana silaturahmi kepada warga binaannya agar warga menjadi lebih dekat dan akrab dengan Babinsa.

Selain itu kegiatan komsos ini bertujuan untuk mencari informasi dan mengetahui perkembangan situasi di wilayah desa binaan,dan mencerminkan rasa kemanunggalan TNI khususnya Babinsa kepada masyarakat wilayah binaannya, yang bertujuan untuk mempererat hubungan kekeluargaan antara Babinsa dengan masyarakat sehingga tercipta suasana yang harmonis dalam setiap pelaksanaan tugas Babinsa di lapangan.” pungkasnya

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: