<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

Pemkab Babar Sidak Pasar Mentok Jelang Idul Adha 2024

×

Pemkab Babar Sidak Pasar Mentok Jelang Idul Adha 2024

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT, SOROTAN BANGKA. COM – Menjelang perayaan Idul Adha 2024, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Barat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) Pasar Tradisional Mentok pada Jumat (14/6/2024).

Hal itu dilakukan Pemkab Bangka Barat sebagai salah satu memantau pergerakan harga dan menjaga stabilitas stok kebutuhan pokok di wilayahnya.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Alhamdulillah, setelah kita cek, semua barang cukup. Untuk harga masih stabil, meskipun ada beberapa bahan pokok yang mengalami kenaikan, namun tidak signifikan dan masih terjangkau,” ujar Sekretaris Daerah Bangka Barat, Muhammad Soleh.

Dalam pengecekan harga bahan pokok dibeberapa pedagang. Ia menyampaikan terdapat beberapa keluhan dari para pedagang terkait pembeli yang sepi.

“Tadi ada keluhan dari pedagang, pembeli tidak seperti sebelumnya, mungkin karena faktor pertimahan dan ekonomi masyarakat yang masih lesu,” ucapnya.

Sementara, Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian (DKUP) Kabupaten Bangka Barat, Aidi, juga memberikan keterangan mengenai hasil sidak pasar tradisional mentok.

“Kami memantau harga mulai dari pasar daging. Alhamdulillah, dalam satu minggu terakhir hingga hari ini tidak ada kenaikan harga daging sapi, masih berada di angka Rp. 140 ribu per kilogram,” ujar Aidi.

Selain itu, Aidi menyebutkan untuk harga daging ayam broiler juga tetap stabil diangka Rp.35 ribu hingga Rp.36 ribu per kilogram.

“Bahan pokok lain, seperti minyak goreng dan beras juga relatif stabil, begitu pula dengan bawang merah dan putih,” tuturnya.

Namun, kata Aidi terdapat kenaikan harga cabai rawit yang bergerak perlahan dalam seminggu terakhir.

“Saat ini, harga cabai rawit berkisar antara 70 hingga 80 ribu per kilogram tergantung kualitas. Sementara untuk stok sembako hingga bahan dapur tercukupi,” katanya.

Selanjutnya, ia mengimbau kepada seluruh distributor yang ada di Kabupaten Bangka Barat agar tidak menimbun dan menaikan harga bahan pokok.

“Kami minta semua agen mempersiapkan stok dan menyalurkan dengan lancar kepara penjual agar tidak terjadi terputusnya rantai pasokan ke masyarakat dan para penjual tidak menaikan harga, dan para pembeli jangan panik karena stok aman,” tuturnya

Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: