<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

Musim Kemarau, Warga Bangka Barat Diimbau Waspada Potensi Kebakaran

×

Musim Kemarau, Warga Bangka Barat Diimbau Waspada Potensi Kebakaran

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT, SOROTAN BANGKA.COM Memasuki musim kemarau, masyarakat Kabupaten Bangka Barat diimbau agar waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) setempat memprediksi musim kemarau akan berlangsung pada Juli hingga Agustus 2024 mendatang.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kasat Pol PP dan Damkar Bangka Barat, Sidarta Gautama menyatakan pihaknya telah mencatat sebanyak 160 titik rawan Karhutla di wilayahnya.

“Potensi yang paling rawan berada di Kecamatan Mentok, dengan jumlah titik api terbanyak dibandingkan kecamatan lain. Kami telah mengidentifikasi 160 titik di seluruh kecamatan, dengan konsentrasi terbesar di Mentok,” ujar Sidarta, Selasa (30/7/2024).

Sidarta menambahkan, mulai minggu depan pihaknya akan memulai patroli keliling menggunakan mobil damkar, khususnya di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) dan area yang sering terjadi Karhutla.

Selain itu, Sidarta menyebutkan pihaknya saat ini sedang melakukan pembekalan kepada para relawan pemadam kebakaran (Balakar) di setiap desa se-Bangka Barat.

“Dengan adanya Balakar, kita dapat mengatasi kondisi awal terjadinya kebakaran, sehingga dapat diantisipasi lebih cepat. Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan pertanian dengan cara dibakar, karena akan sangat sulit dikendalikan apabila kondisi cuaca saat ini panas dan angin kencang,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia membeberkan sejauh ini, pihaknya sudah tercatat ada satu kasus Karhutla yang berdekatan dengan permukiman warga, dan tidak ada memakan korban jiwa.

 

 

 

 

Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: