<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

Rangkaian Kegiatan HUT TNI Ke – 79 Tahun 2024 Di Wilayah Kodim 0431/Bangka Barat

×

Rangkaian Kegiatan HUT TNI Ke – 79 Tahun 2024 Di Wilayah Kodim 0431/Bangka Barat

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT, SOROTANBANGKA.COM – Komandan Kodim 0431/Bangka Barat Letkol Inf Kemas Muhammad Nauval M. Han menyambut hangat kedatangan Komandan Komando Resort Militer(Danrem) 045/Gaya, Brigjen TNI Safta Feryansyah S.E.,S.I.P.,M.Han beserta Staf Jajaran.

Ruman tidak layak huni(RTLH) yang diselenggarakan Kodim 0431/Bangka Barat di resmikan langsung Komandan Komando Resort Militer (Danrem) 045/Gaya, Brigjen TNI Safta Feryansyah S.E.,S.I.P.,M.Han sekaligus menyerahkan kunci rumah kepada Sabani salah satu warga penerima program rumah tidak layak huni (RTLH) yang ditandai dengan pemotongan pita di Desa Ranggi Asam, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Minggu (6/10/2024).

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Sabani merupakan satu dari 10 penerima bantuan program RTLH dari Kodim 0431/Bangka Barat dalam rangka memperingati HUT ke-79 TNI.

Dalam sambutannya Danrem 045/Gaya, Brigjen TNI Safta Feryansyah mengatakan kegiata hari ini merupakan salah satu dari rangkaian peringatan HUT ke-79 TNI.

“Di mana setelah pelaksanaan perayaan tanggal 5 Oktober, kami memang melaksanakan beberapa kegiatan yang sudah kita rencanakan sebelumnya,” ujarnya.

Brigjen Sapta menambahkan selain pembangunan RTLH, ada juga kegiatan lain seperti pengobatan massal, donor darah, sumur bor, bakti sosial dan bakti kesehatan.

“Untuk RTLH ada 10 unit yang dibangun di wilayah Kodim 0431/Bangka Barat, tiga sumur bor. Kita juga melaksanakan bakti kesehatan dan bakti sosial,” ungkapnya.

“Hari ini adalah momentum yang sangat penting untuk kita semua. Karena kita meresmikan rumah tidak layak huni yang dibangun oleh Kodim 0431/Bangka barat bersama Polres, dibantu oleh pemerintah daerah. Kita akan menyerahkan kunci kepada pemiliknya, nanti kita akan lihat bagaimana rumah yang sudah direhab,” tambahnya.

Danrem 045/Gaya juga menuturkan bahwa latar belakang dari pembangunan ini adalah sebagai implementasi dari perintah pimpinan.

“Bahwa prajurit TNI harus selalu bersama-sama berada di tengah rakyat untuk mengetahui kesulitan permasalahan yang ada di masyarakat,
Tentunya berkolaborasi dengan seluruh stakeholder yang ada. Saya berterimakasih kepada semua pihak yang sudah menjalin kerja sama dengan TNI.” terangnya.

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: