<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

Resah Kemunculan Buaya di Pantai Kuala Cine, Warga: Kami Minta Ditangkap

×

Resah Kemunculan Buaya di Pantai Kuala Cine, Warga: Kami Minta Ditangkap

Sebarkan artikel ini
Warga minta buaya di Pantai Kuala Cine. Foto: Sorotanbangka.
Warga minta buaya di Pantai Kuala Cine. Foto: Sorotanbangka.

BANGKA BARAT – Warga pesisir Pantai Kuala Cine, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, berharap buaya yang kerap muncul di tempat mereka segera ditangkap oleh pihak terkait.

Keinginan warga ini bukan tanpa alasan, karena salah satu spesies predator ganas ini telah mengancam keselamatan warga setempat.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Amran Fikri (50), salah seorang nelayan setempat mengatakan, beberapa hari lalu buaya pernah hampir menyerang warga yang sedang mencari ikan di pesisir Pantai Kuala Cine.

“Kami takut lah, karena kami nelayan di daerah sinilah. Sebelumnya ada nelayan dikejar pas saat memasang pukat algogo. Mungkin jarak hanya berapa meter,” katanya, Sabtu (4/1/2025).

Amran Fikri menambahkan, buaya yang kerap muncul di pesisir Pantai Kuala Cine terdapat dua ekor. Ia menyampaikan ada buaya yang berukuran 3 meter dan 1 setengah meter.

“Karena kemunculan buaya terus terang kami menjadi takut dan khawatir. Hampir beberapa hari ini kami takut melaut. Jadi selama istirahat ini, kami memperbaiki alat tangkap ikan,” ucapnya.

Amran Fikri berharap ada perhatian dari pemerintah daerah setempat untuk menangkap buaya.

“Ya kami minta pemerintah ada perhatian lah, untuk datang ke sini. Ya, kalau bisa ditangkap,” ujarnya.

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: