<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka Barat

Cuaca Ekstrem Masih Melanda, DKUP Bangka Barat Pastikan Stok Bahan Pokok Aman

×

Cuaca Ekstrem Masih Melanda, DKUP Bangka Barat Pastikan Stok Bahan Pokok Aman

Sebarkan artikel ini
Stok beras di Gudang Sakian, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat. Selasa (20/2/2024).
Stok beras di Gudang Sakian, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat. Selasa (20/2/2024).

BANGKA BARAT — Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (DKUP) Kabupaten Bangka Barat memastikan, stok bahan pokok di wilayahnya aman. Hal tersebut dipastikan pemerintah usai melihat ketersediaan bahan pokok yang masih banyak di beberapa gudang distributor.

Kepala Bidang, Perdagangan DKUP Kabupaten Bangka Barat, Yulista memastikan stok bahan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, bawang merah dan putih serta telur ayam masih aman untuk beberapa minggu ke depan.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Berdasarkan pemantauan kami, ketersediaan beras di beberapa gudang distributor masih tersedia puluhan ton,” kata Yulista, Kamis (16/1/2025).

Sementara itu, lanjutnya, gula dan minyak juga masih aman hingga beberapa minggu ke depan. Sedangkan bawang merah tersedia 900 kilogram dan bawang putih sebanyak 2 ton, serta telur ayam tersedia 2000 butir.

“Namun untuk harga, ada kenaikan pada bawang merah sebanyak 5 ribu rupiah per kilogrm, sebelumnya dijual 40 ribu sekarang 45 ribu per kilogram,” ujarnya.

Sedangkan untuk harga komoditas lain tidak ada kenaikan, masih cendrung stabil. Meskipun cuaca ekstrem masih melanda Kabupaten Bangka Barat, pengiriman bahan pokok dari luar pulau bangka aman belum ada kendala yang berarti.

“Untuk pasoka bahan pokok akibat cuaca ekstrem saat ini belum ada kendala, tapi kami terus melakukan pemantauan dan menanyakan kepada distributor terkait kendala pasokan dan lainnya,” ucapnya.

Guna memastikan stok bahan pokok tetap tersedia dan mengantisipasi lonjakan harga di pasar, DKUP Bangka Barat, terus memonitoring di pasar dan di gudang distributor. Langkah ini juga sekaligus mengantisipasi pedagang nakal yang melakukan penimbunan dan menaikan harga.

 

 

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: