<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

TPID Pastikan Stok Beras di Bangka Barat Bebas Oplos

×

TPID Pastikan Stok Beras di Bangka Barat Bebas Oplos

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT – Menindaklanjuti arahan dari Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, melalui rapat koordinasi pengendalian inflasi beberapa waktu lalu, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan satgas pangan bersama forkopimda kembali turun ke gudang sembako, distributor beras, serta toko retail modern.

Hal ini guna melakukan sidak pengawasan pasokan, mutu dan keamanan komoditas beras terutama dalam menyikapi maraknya pemberitaan kasus beras oplosan yang beredar di media televisi maupun media sosial lainnya.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Pengecekan dilakukan bersama Satreskrim Polres Bangka Barat, Kejari Bangka Barat, Koramil Kecamatan Mentok.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Heru Warsito, emimpin langsung kegiatan sidak tersebut ke beberapa titik yang menjadi tempat penyimpanan stok beras yang ada di Kecamatan Mentok.

“Kegiatan ini untuk memastikan tidak ada kasus beras oplosan di Kabupaten Bangka Barat Selain itu, kami juga ingin memantau bahwa ketersediaan stok dan harga dalam kondisi aman,” ujarnya.

Ia mengatakan hasil sidak hari ini tidak ditemukan adanya merek beras yang diduga oplosan berdasarkan berita di media televisi maupun media sosial lainnya yang beredar.

“Berdasarkan hasil pengecekan tim tera dari Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kabupaten Bangka Barat menggunakan timbangan digital juga terpantau berat beras premium dan medium masih sesuai dengan yang tertera pada kemasan,” katanya.

Selain pengecekan berat beras, dilakukan pula pengecekan keamanan pangan melalui pengujian rapid test kit Chlorine dan Timbal (Pb) te rhadap 5 sampel beras medium dan premiumoleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka Barat.

Dari hasil pengujian tersebut diketahui kelima sampel aman dari cemaran Chlorine dan Timbal. Hasil wawancara dengan para distributor dan pemilik retail, diketahui bahwa stok beras medium semakin menurun dikarenakan terus berkurangnya pasokan beras medium tersebut ke para distributor, adapun untuk stok beras premium diinformasikan aman.

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: