Nasional

Prabowo Siapkan Kampus Gratis Atasi Kekurangan Dokter 

58
×

Prabowo Siapkan Kampus Gratis Atasi Kekurangan Dokter 

Sebarkan artikel ini
Prabowo Gelar Pertemuan Tertutup Bahas Satgas Penertiban Kawasan Hutan dan Pertambangan. Foto: Istimewa.
Prabowo Gelar Pertemuan Tertutup Bahas Satgas Penertiban Kawasan Hutan dan Pertambangan. Foto: Istimewa.

NASIONAL – Pemerintah pusat menyiapkan langkah besar di sektor pendidikan dan kesehatan dengan merencanakan pembukaan kampus kedokteran gratis di berbagai wilayah Indonesia.

Kebijakan ini digagas sebagai solusi konkret atas krisis kekurangan tenaga dokter yang masih terjadi di banyak daerah, terutama wilayah terpencil dan tertinggal.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Presiden Prabowo Subianto menegaskan, negara harus hadir secara nyata dalam menjamin akses pendidikan tinggi bagi seluruh rakyat tanpa terkecuali. Melalui pembiayaan penuh oleh negara, anak-anak Indonesia dari keluarga kurang mampu diharapkan memiliki kesempatan yang sama untuk menempuh pendidikan strategis, termasuk di bidang kedokteran dan teknik.

Dalam peresmian Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026), Presiden menyampaikan bahwa kampus kedokteran dan kampus teknik akan dibuka dan dapat diakses secara gratis. Menurutnya, tidak boleh ada lagi hambatan biaya bagi generasi muda yang ingin mengabdi untuk bangsa.

“Semua anak Indonesia harus punya peluang yang sama. Kampus-kampus strategis ini akan dibiayai oleh negara,” tegas Presiden di hadapan siswa dan wali murid.

Presiden Prabowo juga menekankan bahwa kebijakan pendidikan gratis ini merupakan bentuk keberpihakan kepada rakyat kecil. Ia berharap, anak-anak dari keluarga sederhana dapat bermimpi besar dan meraih profesi yang selama ini sulit dijangkau karena keterbatasan ekonomi.

Ia menyebut, Indonesia saat ini masih mengalami kekurangan ratusan ribu dokter dan dokter gigi. Sementara itu, kebutuhan layanan kesehatan masyarakat terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan tantangan kesehatan nasional.

“Kita kekurangan dokter, rakyat membutuhkan layanan kesehatan yang layak. Ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan wacana, harus ada tindakan nyata,” ujarnya.

Menurut Presiden, keberanian dalam mengambil kebijakan besar menjadi kunci perubahan. Negara, kata dia, harus berani berinvestasi jangka panjang pada sumber daya manusia agar Indonesia mampu bersaing dan mandiri di masa depan.

error: