Bangka Barat

Video Truk Terguncang Timpa Minibus di Kapal Menuju Mentok Viral

49
×

Video Truk Terguncang Timpa Minibus di Kapal Menuju Mentok Viral

Sebarkan artikel ini
Kapal Munic bersandar di Pelabuhan. Foto: Istimewa/BPTD Kelas III Babel.
Kapal Munic bersandar di Pelabuhan. Foto: Istimewa/BPTD Kelas III Babel.

BANGKA BARAT – Sebuah video yang menampilkan momen menegangkan saat sebuah truk berwarna hijau bergoyang hebat hingga menimpa minibus berwarna silver di atas kapal penyeberangan viral di media sosial. Rekaman berdurasi 55 detik itu ramai diperbincangkan warganet sejak Jumat (23/1/2026).

Peristiwa tersebut diketahui terjadi saat kapal pengangkut kendaraan milik PT Munic Line berlayar dari Pelabuhan Tanjung Api-api menuju Pelabuhan Tanjung Kalian, Mentok, pada Kamis malam. Dalam video yang beredar, terlihat kendaraan di dalam kapal tidak terikat dengan baik sehingga mudah bergeser akibat guncangan ombak.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kondisi tersebut memunculkan dugaan pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) pengangkutan kendaraan, mengingat kendaraan seharusnya diikat guna menjaga stabilitas selama pelayaran, terlebih di tengah cuaca ekstrem.

General Manager ASDP Cabang Bangka, Agustinus Cahyo, menyampaikan bahwa kapal tersebut sandar di Pelabuhan Tanjung Kalian Mentok sekitar pukul 19.00 WIB. Ia menegaskan, kejadian itu berlangsung di kapal non-ASDP sehingga berada di luar tanggung jawab pihaknya.

“ASDP hanya sebagai operator pengelola pelabuhan. Kejadian tersebut berada di kapal non-ASDP, sehingga bukan dalam kuasa maupun tanggung jawab kami,” ujarnya.

Cahyo juga menjelaskan, pihak ASDP tidak melakukan pemantauan teknis hingga ke dalam manajemen kapal penyedia jasa angkutan. Menurutnya, pengawasan terkait pelaksanaan SOP sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing operator kapal.

Ia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap SOP, khususnya dalam kondisi cuaca ekstrem seperti angin kencang dan gelombang tinggi yang kerap terjadi belakangan ini. Pengikatan kendaraan, kata dia, menjadi hal krusial demi keselamatan selama pelayaran.

Sementara itu, perwakilan PT Munic Line, Sugihartanto, menyebut insiden tersebut dipicu oleh faktor cuaca buruk. Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut meski gelombang laut dilaporkan mencapai ketinggian 1,5 hingga 2 meter.

“Alhamdulillah tidak ada korban. Ombak cukup tinggi saat itu, meskipun sudah berupaya menghindari, kapal masih mengalami guncangan,” ungkapnya melalui sambungan telepon.

error: