PANGKALPINANG – Kelangkaan gas LPG 3 kilogram yang terjadi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menjadi perhatian serius saat ini. Sulitnya masyarakat memperoleh LPG subsidi tersebut dinilai sebagai persoalan krusial yang tidak boleh terus berulang, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan.
Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sardi, membenarkan adanya keresahan masyarakat akibat kelangkaan LPG 3 kilogram. Bahkan, ia mengaku kerap menerima laporan dan aduan langsung dari warga yang kesulitan mendapatkan gas bersubsidi tersebut.
Melihat kondisi ini, Sardi meminta PT Pertamina Patra Niaga agar menyiapkan langkah-langkah antisipatif dan inisiatif konkret guna mencegah terulangnya kelangkaan LPG 3 kilogram di kemudian hari. Ia menegaskan, kejadian serupa tidak boleh lagi dirasakan masyarakat Bangka Belitung.
“Cukup tahun ini saja terakhir kejadian berikut-berikutnya jangan sampai lagi, karna kelangkaan ini selalu menjelang hari-hari besar keagaaman kan,” imbuh Sardi.
Sebagai bentuk tindak lanjut atas aspirasi dan keluhan masyarakat, Sardi menyampaikan bahwa DPRD Bangka Belitung juga telah melakukan kunjungan ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) beberapa waktu lalu. Kunjungan tersebut bertujuan untuk mengusulkan penambahan kuota LPG 3 kilogram bagi Bangka Belitung.
“Kami kemarin kan sudah ke Kementerian ESDM minta kuota untuk ditambah, karna apa? Karna kita ini daerah kepulauan,” tegasnya.
Ia pun berharap usulan penambahan kuota tersebut dapat segera ditindaklanjuti oleh kementerian terkait, sehingga kebutuhan LPG masyarakat Bangka Belitung dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
Sebelumnya diberitakan, PT Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan dan penyaluran gas LPG 3 kilogram di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) kembali aman dan terkendali menjelang Ramadan hingga Idulfitri 2026. Kepastian ini disampaikan menyusul kelangkaan LPG subsidi yang sempat terjadi akibat keterlambatan distribusi jalur laut karena faktor cuaca.
Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Wilayah Bangka Belitung, Wicaksono, menegaskan bahwa langkah antisipasi telah disiapkan agar peristiwa serupa tidak kembali terulang, terutama pada momentum meningkatnya kebutuhan masyarakat.
”Kita mengamakan stok dan suplay LPG 3 Kilogram di Bangka Belitung supaya tidak ada lagi kendala menjelang Ramadan dan Idulfitri jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi,” kata Wicaksono usai menghadiri audiensi bersama DPRD Babel dan APKLI Babel di ruang Banmus, Senin (2/2/2026).
Ia menjelaskan, Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan LPG 3 kilogram akan kembali normal dalam waktu dekat, seiring dengan upaya percepatan distribusi ke seluruh wilayah Bangka Belitung.
”Pak GM Pertamina sudah menyampaikan dihadapan Pimpinan dan anggota DPRD, APKLI serta perwakilan masyarakat, bahwa mulai 5 Februari InsyaAllah pasokan LPJ 3 Kilogram kembali normal,” ujarnya.
Sebagai langkah preventif jangka menengah, Pertamina Patra Niaga juga akan menambah pasokan LPG 3 kilogram melalui satu kapal tambahan setiap bulan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan sekaligus menjaga ketahanan stok di wilayah kepulauan.
”Memang kemarin itu terjadinya kelangkaan kendalanya karena cuaca ekstrem hampir terjadi sekitar 3-4 hari kapal kita tidak bisa jalan, sehingga itu yang menyebabkan cadangan stok yang ada di Babel tergerus,” jelasnya.
Selain memastikan pasokan, Wicaksono turut mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan apabila masih ditemukan kendala distribusi atau keluhan di lapangan melalui kanal resmi Pertamina.
”Hubungi kami di call center 135 apabila masyarakat ada keluhan atau apa. Dan langsung masuk tim masing-masing wilayah yang ada di Kabupaten/kota. Ini menjadi wadah tercepat bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan tanpa harus khawatir dan bingung melaporkannya kemana,” tutupnya.
















