<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka Barat

Lapangan Gelora dan Taman Lokomobil Mentok Segera Direvitalisasi, Markus: Hasil Perjuangan Panjang

×

Lapangan Gelora dan Taman Lokomobil Mentok Segera Direvitalisasi, Markus: Hasil Perjuangan Panjang

Sebarkan artikel ini
Markus usulkan dana untuk penanganan banjir di Mentok dan Parittiga. Foto: Rizki R
Markus usulkan dana untuk penanganan banjir di Mentok dan Parittiga. Foto: Rizki R

“Karena statusnya cagar budaya kabupaten, maka izinnya dari Bupati. Salah satu tahapan yang perlu dilakukan adalah penghapusan aset-aset yang berada di atas kawasan tersebut,” jelasnya.

Terkait pelaksanaan fisik, Abimanyu menyampaikan bahwa proyek revitalisasi saat ini masih berada dalam tahap lelang. Pemenang lelang diperkirakan akan ditetapkan pada minggu pertama atau kedua Maret 2026.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Setelah pemenang lelang ditetapkan, pekerjaan langsung dimulai. Termasuk penyesuaian teknis seperti penyambungan listrik dan pekerjaan pendukung lainnya,” ujarnya.

Selama proses pembangunan berlangsung, pemerintah daerah juga akan menerapkan rekayasa lalu lintas di sekitar kawasan Lapangan Gelora dan Taman Lokomobil karena adanya aktivitas pekerjaan dan penumpukan material.

Ke depan, pengelolaan kawasan pasca-revitalisasi juga telah disiapkan. Untuk tahap awal, pengelola akan ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati agar pemanfaatan ruang publik berjalan tertib dan berkelanjutan.

Dengan revitalisasi ini, pemerintah berharap wajah Kota Mentok semakin tertata, ruang publik kembali hidup, dan kawasan Kota Tua mampu menjadi pusat aktivitas sosial, rekreasi, serta destinasi wisata sejarah yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat Bangka Barat.

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: